Pages

Ads 468x60px

27 November 2014

Makan Makan : Pusat Kuliner Kartika Sari Magelang

jalan-jalan tak lengkap rasanya tanpa berburu wisata kuliner di suatu daerah. salah satunya adalah kota Magelang. kota yang berada di provinsi jawa tengah yang dapat ditempuh dalam satu jam dari kota Yogyakarta ke arah utara ini memiliki pusat-pusat kuliner yang tersebar di beberapa lokasi di sekitar kota Magelang. salah satunya adalah pusat kuliner kartika sari yang berada di sisi jalan Tidar, Magelang.
foto dari teamtouring.net


saya berkesempatan untuk mengunjungi dan menikmati aneka macam makanan khas Magelang maupun kota-kota sekitar yang tersedia dalam berbagai menu yang beragam. area yang luas dengan banyaknya makanan pemuas lidah ini menjadi tempat favorit bagi warga Magelang dan Traveller yang ingin menikmati beragam makanan tanpa perlu repot mengunjungi tempatnya satu per satu.

akhirnya saya memilih menu Tongseng Kelinci. kepulan asap dari kuah tongseng yang asam manis gurih dengan potongan-potongan daging kelinci yang memiliki tekstur berbeda dari ayam maupun kambing. tidak terlalu empuk seperti ayam tapi juga tidak terlalu alot seperti kambing. sedang-sedang saja.
Tongseng Kelinci
setelah puas menyantap tongseng kelinci, saya pun mengedarkan pandangan mencari makanan penutup. mata saya tertuju pada Es Kacang Hijau yang sepertinya pas untuk menutup malam wisata kuliner saya hari ini.
Es Kacang Hijau

Es Kacang Hijau disajikan dengan mangkuk berisi es serut, potongan roti tawar, susu coklat dan taburan mesis. lalu dimana kacang hijaunya? ternyata kacang hijaunya berupa bubur kacang hijau plus ketan hitam dbawah es serut. setelah menyantap tongseng yang pedas. es kacang hijau ini mendinginkan perut dengan rasa manis dan lezatnya kacang hijau.

masih banyak pilihan menu disini. lain kali saya mesti kembali lagi dan mencoba kuliner lainnya yang masih banyak pilihan disini. slurp

Magelang, 27 November 2014
@ZuhriUtama

Makan Makan : D'Gejrot Kemek Yogyakarta

Kemarin, hari rabu 26 November 2014. saya mendapatkan kesempatan mencicipi kuliner di daerah jogja. (sebenarnya sudah masuk ke sleman) di sekitaran kampus UGM. saat diajak ke warung makan ini, saya sempat kaget karena memang posisinya dari jalan tidak terlihat adanya warung makan. hanya terlihat seperti gang sempit dan ketika saya memarkirkan motor baru terlihatlah warung makan D'Gejrot Kemek.

Mural Di sisi tembok warung makan D'Gejrot Kemek

nama yang unik dengan mengusung gelar "Pelopor Ayam Gejrot" ini cukup mengundang penasaran. memangnya ayam gejrot itu seperti apa. saya taunya hanya tahu gejrot khas cirebon berupa tahu goreng yang disiram kuah cuka dan ulekan cabe hijau. apakah disini juga menggunakan kuah cuka?

usul punya usil, ternyata warung makan ini dimiliki oleh mahasiswa S2 Peternakan UGM yang berasal dari Jakarta. pantas saja namanya D'Gejrot Kemek. kemek dalam bahasa betawi (bahasa orang jakarta) artinya makan. jadi klo diartiin sich makan gejrotan gt x y. hahaha

saya memesan menu Mpok AYE berupa nasi dan ayam goreng. ada menu lain seperti Cang UTE (telur tempe) atau Pak ERTE (telur tahu) dengan pilihan tingkat kepedasan S, M, L, XL. cukup unik dengan nama makanan yang beragam dan juga adanya level kepedasan.
Menu Mpok AYE D'Gjerot Kemek
penyajiannya menggunakan piring rotan dilapisi kertas nasi. mungkin tujuannya agar tak perlu repot mencuci piring dan tidak menggunakan sabun cair yang bisa merusak lingkungan. menu Mpok AYE berisi nasi putih dengan irisan nanas muda diatasnya dan juga 2 irisan mentimun. ayam gorengnya dilumuri bumbu yang kemudian digejrot (diremukkan). teman saya mengatakan bahwa bumbu ini mirip bumbu masakan padang, saya sendiri kurang paham soal bumbu. hahaha. ayam gorengnya empuk dan mudah untuk dicabik-cabik. rasanya menggugah selera dan nanasnya memberikan cita rasa berbeda setelah menyantap ayam goreng. oiya, saya memilih level kepedasan S (saya tidak terlalu suka pedas) sehingga tidak bisa memberikan gambaran sensasi makan di level kepedasan lebih tinggi.

harganya cukup terjangkau karena berada di area kampus dan kostan mahasiswa. cukup mudah dijangkau dari jalan kaliurang. bagi kamu yang ingin mencoba sensasinya, silahkan mengunjungi warung makan D'Gejrot Kemek.

Alamat : Jl. Kaliurang KM. 5 Gang Megatruh CT II E-1, Tawangsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia

Jam Buka : 12:00 – 22.30 


 


Magelang, 27 November 2014


@ZuhriUtama


Jalan Jalan : Menembus Magelang - Boyolali lewat Selo dan Kopeng Part 2

Setelah kemarin merasakan sensasi naik turun gunung melalui jalur Selo dan Kopeng, akhirnya saya memutuskan jalur Kopeng lebih mudah untuk ditempuh dibanding jalur Selo. meski lebih jauh, namun kondisi jalan dan konturnya yang landai dibanding jalur Selo membuat waktu tempuhnya lebih singkat dibanding jalur Selo yang langsung menuju jantung kota Boyolali.

setelah pagi hari menuntut ilmu bahasa arab di jogja. saya pun kembali ke magelang untuk bersiap mengantar pulang mbak asih ke Boyolali. memang rencana ke Magelang ini hanya ingin merasakan tongseng kelinci di pusat kuliner kartika sari, magelang. ckckck

namun sejak siang, suasana langit kota Magelang kurang cerah. sedikit ada tanda-tanda akan turunnya hujan meski kami menunggu agar hujan turun terlebih dahulu baru kami berangkat menuju Boyolali. setelah menunggu hingga jam 2 siang, ternyata langit masih tetap sama. gelap tapi tak ada tanda-tanda akan turunnya hujan. akhirnya saya dan mbak asih memutuskan berangkat menuju Boyolali agar tidak terlalu sore tiba disana.

jalur yang kami lewati melalui Kopeng menuju kota Salatiga. memasuki jalan Kopeng, sedikit rintik hujan mulai terasa di kulit. namun masih bisa ditolerir. hingga tiba di puncak jalur Kopeng, hujan urung untuk turun. saya pun memacu motor melewati liku-liku jalan yang kini saya bisa lihat karena semalam suasana gelap dan tidak bisa melihat pemandangan di sepanjang jalan. ternyata jalur Kopeng memberikan pemandangan yang tak kalah indah dengan jalur Selo. gunung merbabu menjulang di sisi kanan jalan dari arah Magelang menuju Salatiga. tak terasa kami tiba di ujung jalan dan berakhir di pintu masuk tol kota salatiga.

saya pun berinisiatif untuk mengisi perut dahulu sebelum tiba di rumah mbak asih. saya mau mencoba kuliner khas Boyolali dan setelah lihat banyaknya patung sapi sepanjang jalan dan mbak asih bilang bahwa Boyolali memang terkenal dengan peternakan sapi. akhirnya saya mau mencoba kuliner Iga Bakar dan Susu Murni khas Boyolali.

kami pun menuju pusat kota. mbak asih mendapat informasi tentang warung makan iga bakar yang terkenal murah dan porsinya besar. tapi sayang, ternyata hari minggu warung makan tersebut tutup. hiks, kami pun mencari alternatif lain. setelah melihat plang "Milk and Steak", kami pun mampir dan memesan makanan. saya sudah pasti pesan Iga Bakar dan STMJ. berharap dengan minum STMJ bisa mengembalikan stamina untuk kembali ke Magelang nanti.
Iga Bakar Boyolali

STMJ & Susu Murni Khas Boyolali
meski porsi iga bakarnya kecil tapi rasanya sangat lezat di mulut. rasa manis gurih dan empuknya daging yang lumer di mulut semakin menambah sensasi rasa daging bakar yang nikmat disantap saat cuaca mendung seperti ini. hangatnya susu segar yang menambah sensasi kuliner di kota dengan slogan "Boyolali Tersenyum".

ternyata jam sudah menuju pukul 5 sore, sadar kami belum sholat ashar. kami segera meluncur ke rumah mbak asih untuk sholat. seusai sholat ashar, ditemani segelas teh panas, saya pun menunggu waktu maghrib agar tidak perlu sholat maghrib di jalan. ternyata hujan turun juga, suasana kampung yang sudah sepi meski waktu baru menunjukkan pukul 6 sore. hujan pun tak kunjung reda, malah semakin membesar.

menjelang waktu isya, hujan pun reda. namun untuk berjaga-jaga, saya memakai celana jas hujan agar jika hujan dijalan tinggal memakai bagian atas jas hujannya saja. saya pamit dan segera meluncur ke kota Salatiga menuju pintu masuk jalur Kopeng, Magelang. hujan benar-benar sudah berhenti. jalanan pun tak terlalu licin dan ramai.

memasuki jalur kopeng, saya berhenti sejenak di depan persimpangan pintu tol salatiga untuk mengencangkan sarung tangan, memperbaiki posisi kupluk agar hangat sebelum memakai helm. tak lupa earphone untuk menemani sepanjang perjalanan malam menembus kopeng. kabut pun sudah turun dan memenuhi jalan.

memasuki jalur kopeng, tak banyak kendaraan lewat. sebuah truk kosong dengan sigap menyusul saya dan melaju dengan kecepatan diatas 60 km/jam. saya terheran dengan kondisi mesin truk yang sangat prima mampu melaju dan menyusul kendaraan lain (bahkan truk lain) dengan sigap. saya pun mengekor di belakangnya sepanjang jalan agar bisa berjaga-jaga apabila ada jalan menikung atau persimpangan. kabut semakin tebal. akhirnya saya bisa menyusul truk tersebut dan melaju dalam keheningan karena tidak ada kendaraan lagi di depan saya.

kabut membuat pandangan terbatas. terkadang saya harus extra hati-hati ketika ada kendaraan dari arah berlawanan datang dan lampunya menyorot terang ke wajah saya sehingga sulit untuk melihat jalan di depan. ada satu moment ketika di sebuah tanjakan di tengah sawah, saya melihat berkas sinar dari depan yang menandakan ada mobil dari sisi berlawanan. menuju ujung tanjakan, saya sedikit terkejut dengan cahaya lampu dan ternyata jalan sedikit berbelok sehingga saya tidak siap. saya pun masuk ke bahu jalan yang penuh batu dan sedikit berguncang. setelah sedikit tenang, saya pun melanjutkan perjalanan menembus kabut yang tak juga menipis. udara dingin mulai menembus jaket dan suasana sepi cukup membuat saya lebih berhati-hati.

jalur kopeng dari arah magelang sampai puncak tak banyak kelokan. lurus seakan jalan nirwana menuju surga. karena posisi saya dari arah Boyolali, saya menuruni jalan yang landai namun jika tak bisa menahan laju kendaraan, kecepatan bisa menembus hingga 70 km/jam tanpa digas sama sekali. saya menjaga kecepatan di 40 km/jam dan itupun sudah terasa kencang. sesekali menyalip kendaraan di depan dan memelankan kendaraan karena ada kendaraan dari sisi berlawanan.

akhirnya saya sampai di jalur lingkar luar magelang. suasana sepi di jalur kopeng langsung tergantikan dengan ramainya truk yang menuju kota semarang. saya segera meluncur ke kostn untuk segera melepas lelah dan menyimpan kenangan melintasi jalur yang penuh sensasi seru dua hari ini.

Magelang, 27 November 2014
@ZuhriUtama



25 November 2014

Jalan Jalan : Menembus Magelang - Boyolali lewat Selo dan Kopeng Part 1

Pekan lalu saya menawarkan diri untuk menjemput salah satu teman yang berada di boyolali. Magelang dan Boyolali sebenarnya secara geografis berada dekat tanpa ada kota besar diantaranya namun yang menjadi penghalang ada dua gunung terkenal di jawa tengah, Merapi dan Merbabu.

rencananya saya akan menjemput kawan saya - mbak asih yang tinggal di daerah Teras, Boyolali pada sabtu, 22 november 2014 lalu akan menginap di rumah mbak emi di Tuguran, Magelang. sejak senin saya sudah merencanakan perjalanan yang akan saya tempuh menuju boyolali. setelah mengecek Google Maps, ternyata satu-satunya jalur yang menghubungkan antara magelang dengan boyolali adalah jalur yang berada diantara kaki gunung merbabu dan merapi.

kebetulan saya pernah melewati jalur yang melewati kesana. sudah baca cerita saya ke pondok modern gontor 6? ternyata jalur ini sama dengan jalur menuju pondok modern gontor  menuju objek wisata Ketep Pass. tapi pemilihan jalur ini akan menjadi perjalanan yang akan sangat saya kenang hingga sekarang. ;)

saya pun menyiapkan kondisi kendaraan yang akan digunakan. motor segera saya servis. ganti oli, ganti busi, cek rem, mengencangkan rantai yang kendor, dan mencucinya setelah sejak dari awal dipinjamkan belum juga dicuci. hehehe.

sabtu pagi, 22 november 2014 pun tiba. rencananya saya akan berangkat pukul 2 siang dengan estimasi perjalanan selama 2 jam sehingga tiba sesuai rencana, jam 4 dirumah mbak asih. paginya diisi dengan lembur kerjaan yang masih tertunda sejak jum'at kemarin. menjelang pukul 2 siang, saya pun mengontak mbak emi untuk meminjam helm dan jas hujan cadangan. musim hujan bulan ini cukup intens menurunkan air yang tiada henti di siang hari.

pukul 2 siang pun saya sudah meluncurkan motor menuju selatan magelang menuju pertigaan yang akan membawa saya memasuki jalur selo. menyebut kata "Selo" membuat saya teringat mimpi saya untuk mendaki puncak gunung merbabu. yup, Selo adalah salah satu gerbang masuk menuju kawasan taman nasional gunung merbabu. jalur ini cukup terkenal karena mudah didaki bagi para pemula.

langit siang ini terlihat sedikit mendung. meski belum hujan tapi saya sudah mempersiapkan diri jika ditengah jalan tiba-tiba turun hujan. setibanya di pertigaan dari jalan raya magelang-jogja. saya pun berbelok ke kiri menuju jalan yang akan melewati kaki gunung menuju kota boyolali. setelah menanjak sejauh 8 km, saya pun melewati plang bertuliskan Gontor 6 Darul Qiyam Magelang. perjalanan saya masih jauh.

semakin ke atas, suasana semakin mendung dan gelap. kadang terasa ada air yang menyentuh pori-pori kulit tangan tanda gerimis turun namun belum ada niat saya untuk berhenti dan menggunakan jas hujan. setibanya di pertigaan besar, saya agak ragu. di google maps, saya akan menemui pertigaan yang membagi jalur ke kanan menuju boyolali, dan kiri menuju kawasan wisata ketep pass. saya pun bertanya ke pemuda setempat dan saya diarahkan ke kanan menuju jalur selo. yup, i'm on the right way.

memasuki jalur ini, naungan pohon semakin lebat dan jalan semakin mengecil dengan tekstur jalan yang berpasir dan berkelok-kelok. pada beberapa belokan pertama, saya harus menyesuaikan diri membawa motor melewati jalur yang berbahaya ini. sempat saya mengalami moment "Nyungsruk" ke bahu jalan karena pola jalan yang menurun, lalu berbelok dan langsung menanjak. jika kondisi jalan mulus mungkin mudah melewatinya. namun karena pasir yang berada di tengah jalan membuat saya bingung antara mengerem, berbelok atau bersiap menarik gas untuk menghadapi tanjakan. walhasil, saya pun merelakan tubuh saya berguncang karena telat membelokkan motor di tikungan berpasir dan berakhir di bahu jalan berbatu. setelah tengok kanan kiri tidak ada kendaraan lain, saya pun tertawa sendiri melihat kondisi saat ini. setelah memastikan kendaraan aman, perjalanan saya lanjutkan.

jalur ini masih dalam kawasan kaki gunung merbabu, meski gunung merapi sudah terlihat dari jauh. jalur ini banyak dilewati truk pasir dan mobil bak yang mengangkut pasir dari tempat-tempat penggalian pasir yang berasal dari lahar dingin letusan gunung merapi beberapa saat lalu. meski tengah hari, hawa dingin sudah menjalar di tubuh namun hujan belum juga turun. alhamdulillah.

setelah berkelok-kelok tanpa ada petunjuk sudah sejauh mana saya berjalan, di kejauhan sosok gunung merapi semakin terlihat dan membesar. kondisi cuaca di merbabu dan merapi berbeda 180 derajat. merapi terlihat sangat bercahaya tanpa ada awan gelap menutupinya. puncaknya terlihat anggun sedangkan merbabu masih tertutup awan gelap tebal. saya pun berdecak kagum mengucap dzikir atas keagungan kuasa Allaah swt yang telah menciptakan makhlukNya dengan sebaik-baik ciptaan. saya pun menyempatkan memotret keanggunan gunung merapi nun jauh disana.

Pemandangan gunung merapi dari jalur selo
 memasuki jalur di kaki gunung merbabu dan merapi, cuaca semakin cerah meski tidak terasa panas. saya pun menikmati jalan sambil sesekali melirik indahnya gunung merapi yang terasa memanggil-manggil saya untuk datang dan menjejakkan kaki untuk tiba di puncak sana. suatu saat nanti, insyaa allaah. tak berapa lama, sebuah gapura yang melintang di atas jalan bertuliskan "Selamat datang di kawasan wisata Selo". akhirnya saya tiba di selo.

suasana kiri kanan jalan mulai dipenuhi rumah penduduk dan pertokoan. beberapa pasar dan tempat-tempat umum. saya pun melewati pintu gerbang pendakian gunung merbabu dan merapi. yup, dari selo, kamu bisa mengakses jalur pendakian bagi ke gunung merbabu maupun merapi. bis dari boyolali pun tersedia untuk menjangkau jalur ini sehingga memang sangat mudah bagi para pendaki pemula untuk tiba disini.

setelah melewati selo, saya pun sampai di Pasar Cepogo. memasuki daerah boyolali, saya pun semakin memacu kendaraan menuruni jalan menuju kota boyolali. cuaca cerah tanpa ada sedikit pun awan gelap menggantung di langit sana. setelah bertemu pom bensin yang menunjukkan bahwa daerah ini sudah mendekati pinggir kota. saya pun tiba di lampu merah pertama sejak dari lampu merah terakhir di pertigaan jalan raya magelang-jogja.

saya pun menepikan kendaraan untuk mengecek lokasi saya. saya masih menerka-nerka arah mana yang harus diambil untuk menuju rumah mbak asih. saya pun teringat dengan kunjungan saya beberapa bulan lalu kesini dan ini adalah perempatan ketika saya menuju pusat kota, lurus ke depan. berarti saya mengambil arah ke kanan, menuju selatan boyolali melewati jalan lingkar barat.

setelah merasa cemas karena belum juga sampai di jalan yang saya kenal, akhirnya saya tiba di pertigaan yang saya hapal betul ketika dulu saya hendak pulang ke semarang setelah menginap di rumah mbak asih. dari sini, saya pun melaju mantap menuju rumah mbak asih. setiba disana, ternyata rumahnya tertutup rapat dan seorang nenek-nenek menyapa saya dari jalan dengan bahasa jawa yang kental, sedikit yang saya pahami bahwa mbak asih tidak dirumah dan mungkin ada di sekolah. saya cek pesan masuk ternyata memang mbak asih menyuruh saya menjemput di kantin sekolah tempat orangtuanya menjalankan usaha kantin di salah satu sekolah sma negeri boyolali. pukul 16.20, saya sampai di tujuan.

mbak asih sedang sibuk menyiapkan jus jambu biji yang akan didinginkan di lemari pendingin. saya menikmati kepulan uap panas dari segelas jahe cap "Nyonya Romlah". setelah menunaikan sholat ashar dan bersiap-siap, pukul 5 sore kami pamit dengan ibunya mbak asih dan bersiap bertolak menuju magelang.

ternyata jalur yang saya ambil lewat selo itu "salah". salah dalam artian jalur yang dimaksud mbak emi adalah lewat kopeng bukan lewat selo. karena awalnya dikatakan dari magelang ke boyolali itu butuh waktu 1,5-2 jam dengan kendaraan pribadi yang nyatanya saya tempuh hampir 2,5 jam. karena yang dimaksud adalah lewat jalur kopeng. yaitu jalan yang melintasi kaki gunung merbabu sebelah utara dari magelang menuju SALATIGA. pantas saja, memang benar jika ingin langsung menuju boyolali, jalur selo lah yang paling tepat tapi kondisinya kurang bagus. jalur kopeng katanya lebih bagus dan ramai sehingga lebih cepat melintasinya.

akhirnya saya dan mbak asih menuju magelang lewat kopeng. saat maghrib tiba, kami pun mampir sebentar di masjid. setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota salatiga, pintu masuk jalur kopeng menuju magelang. malam sudah tiba ketika kami memasuki jalan masuk menuju jalur kopeng. hawa dingin mulai menusuk. sepanjang perjalanan saya mengajak ngobrol mbak asih seputar kegiatan mengajarnya di SDIT ibnu umar. selain untuk mengusir rasa kantuk sekaligus mengusir hawa dingin yang menerpa tubuh.

saya pun langsung sumringah ketika melihat jalan raya kopeng yang mulus dan lebar, tak perlu cemas karena jalur ini ramai dilewati mobil pribadi dan beberapa truk. sepanjang kiri kanan jalan dipenuhi hotel-hotel murah. gosip-gosipnya, hotel disini banyak dipakai untuk mesum. sepanjang jalan akan ada yang menawarkan jasa kamar hotel dengan kisaran harga antara 35ribu-50ribu! kurang tau apakah itu untuk semalam atau hitungan jam. namun sepanjang perjalanan kami, tidak ada satupun orang yang menawarkan kami. sepertinya kami tidak termasuk kategori "Pasangan Mesum". hahaha

mendekati puncak kopeng, suasana masih terasa sepi. padahal ini adalah sabtu malam yang identik dengan muda-mudi yang jalan-jalan. melewati puncak kopeng, kami pun menuruni jalan yang lurus menuju kota magelang. meski menurun, saya tidak berani memacu motor lebih dari 40km/jam. selain belum mengenal jalur ini, kondisi kabut yang tebal pun cukup memberikan saya tanda untuk berjaga-jaga agar tidak salah berbelok.

jalanan terus turun tanpa banyak kelokan tajam. seperti meluncur dari atas seluncuran di gelanggang renang ancol. sesekali menyusul truk yang melambat dan menjaga kecepatan agar tidak kebablasan. sesekali disusul mobil pribadi yang terburu-buru menuruni jalan. kami pun akhirnya sampai di pertigaan kopeng di jalur lingkar luar magelang.

pukul 7 malam kami pun tiba di rumah mbak emi. melepas lelah sebentar dan menutup malam ini dengan wisata kuliner tongseng kelinci di pusat kuliner kartika sari magelang.

18 November 2014

Makan Makan : Sop Senerek Pak Parto Magelang

pada artikel sebelumnya, saya bercerita tentang kawasan gunung tidar magelang. bagi kamu yang sudah kesana akan menemui sebuah spanduk besar tepat disebelah gerbang masuk kawasan gunung tidar. spanduk besar diatas sebuah warung makan bernama "WARUNG NASI SOP SENEREK PAK PARTO". yup, sop senerek satu ini juga tidak kalah terkenal dengan sop senerek bu atmo. saya menyempatkan diri mencicipi kuliner magelang ini dan berharap bisa memberikan perbandingan dengan sop senerek bu atmo.

Warung nasi sop senerek pak parto
warung ini terlihat bersih dan rapi. area dinding dipenuhi dengan kalender-kalender yang menjadi ciri khas dari warung makan di daerah yang menandakan bahwa warung ini cukup terkenal dan layak menjadi tempat memasang iklan.
Iklan khas daerah
saya segera memesan sop senerek yang akan menjadi menu sarapan saya pagi ini. sop senerek pak parto tak jauh berbeda dengan sop senerek bu atmo dari segi tampilan. nasi dengan kuah kaldu yang berisi wortel, kacang merah, bayam dan potongan daging. berbeda dengan bu atmo, sop senerek pak parto menggunakan dendeng yang memberikan rasa asin gurih sehingga menambah selera makan. tapi semua ini bersifat subjektif karena saya memang kurang menyukai rasa kuah kaldu bu atmo yang memiliki sensasi bawang putih yang kuat sedangkan pak parto lebih mendekati rasa kuah sop pada umumnya sehingga tidak terasa asing di lidah.
Sop Senerek Pak Parto
porsinya tidak terlalu banyak dan pas bagi saya yang tidak bisa makan banyak (cuma sering :p). harganya pun masih terjangkau, hanya 10ribu rupiah dengan teh manis hangat. cukup memberikan tenaga di pagi hari.

sop senerek bu atmo maupun pak parto memiliki ciri khas masing-masing yang bisa menjadi pilihan
 kuliner magelang. bagi yang ingin merasakan sensasi baru bisa merasakan sop senerek bu atmo sedangkan yang tidak terbiasa dengan rasa bawang putih yang terlalu kuat bisa mencicipi sop senerek pak parto. selamat berwisata kuliner di magelang :)

Jalan Jalan : Kawasan Gunung Tidar Magelang

Masih di magelang. sebuah kabupaten yang berada diantara Yogyakarta dan Semarang melewati sisi barat gunung merapi dan merbabu. di kabupaten magelang lah, candi Borobudur yang pernah masuk dalam 7 keajaiban dunia berada. ada salah satu objek wisata yang menarik yang berada di kota magelang. berada di sisi yang tak jauh dari pusat kota, terdapat kawasan Gunung Tidar.

Gunung Tidar, meski namanya gunung, ukurannya tak sebesar gunung merapi maupun merbabu yang memisahkan kota-kota di jawa tengah. Gunung Tidar mudah dijangkau dan mudah didaki. kawasan gunung tidar sebenarnya adalah kawasan makam yang menjadi pusat kunjungan para peziarah yang ingin mengunjungi makam-makam yang terdapat di kawasan gunung tidar ini.

Untuk mengakses gunung tidar, dari arah yogyakarta menuju kota magelang. setelah lampu merah ARTOS (Armad Town Square) lurus menuju pusat kota. bertemu lampu merah pertama, masuk ke kiri melewati kios-kios hingga ke area belakang dan akan disambut dengan gerbang bertuliskan selamat datang di gunung tidar
Gerbang Masuk Gunung Tidar
anda bisa memarkir mobil di area depan gerbang dan jika anda menggunakan motor maka anda bisa memarkir di atas dekat pintu masuk. tak lama setelah anda berjalan terus ke atas, akan tiba di pintu masuk gunung tidar. namun saat saya datang ternyata pintu dan jalur utama sedang dalam tahap renovasi sehingga saya melewati jalan alternatif dan pintu darurat memasuki kawasan gunung tidar.
akses alternatif selama proses renovasi
memasuki kawasan gunung tidar, saya langsung disuguhi dengan pohon-pohon tinggi menjulang. jalur alternatif ini memang hanya sementara sambil menunggu jalur utama selesai dipugar. berupa jalan setapak yang dibentuk menyerupai tangga agar orang-orang tidak terpeleset sepanjang perjalanan. saya menemui beberapa kuburan cina yang sudah sangat tua. semakin ke atas, pepohonan semakin lebat dan beberapa bagian ditumbuhi pohon salak.
Jalur Alternatif Gunung Tidar
ternyata cukup melelahkan meski terlihat tidak terlalu tinggi. setelah 20 menit berjalan, sampailah di persimpangan jalan utama yang terlihat masih dalam pengerjaan. jalan ini memotong hingga ke makam syekh subakti. disebelahnya terdapat musholla dan kios jajanan. didepan makam terdapat pendopo bagi para peziarah yang ingin beristirahat.

jalur utama yang dalam proses renovasi
Makam Syekh Subakir
saya melanjutkan perjalanan menuju titik tertinggi gunung tidar. dari sini, jalur utama sudah hampir rampung dengan penyelesaian railing pagar.
Jalur Utama menuju puncak tidar
 tak jauh dari makam syekh subakir, saya pun menemui bangunan makam lagi yang merupakan makan kyai sepanjang yang merupakan tombak milik syekh subakir yang digunakan untuk mengalahkan jin penunggu gunung tidar (cari cerita seputar hikayat gunung tidar)
Bangunan Makam Kyai Sepanjang
akhirnya sampailah saya di puncak gunung tidar berupa lapangan terbuka. terdapat pendopo di sisi lapangan dan di sekeliling lapangan terdapat bangku-bangku bercat hijau. ditengah lapangan terdapat tugu kecil yang dipagar (sayang saya tidak sempat memotretnya), menurut informasi, tugu ini menandakan titik pusat dari pulau jawa. jadi sebenarnya, gunung tidar adalah sebuah pasak yang menjaga pulau jawa agar tidak bergoyang. entah ini mitos atau bukan tapi kenyataan tentang gunung tidar adalah titik pusat pulau jawa cukup membuat saya bangga bisa mendapat kesempatan datang kesini, ke titik tengah pulau jawa.
Lapangan terbuka di puncak gunung tidar
tak jauh dari lapangan, terdapat monumen Akademi Militer (AKMIL) yang menandakan bahwa gunung tidar ini masih masuk dalam kawasan AKMIL.
Monumen AKMIL
di sisi kiri lapangan, terdapat pohon beringin besar yang terlihat sudah sangat tua. memancarkan kesan mistis apalagi dengan adanya makam kecil dikaki pohon yang merupakan petilasan pangeran purboyo.
Pohon Beringin Besar
dari lapangan, ada jalan setapak ke kiri yang mengarah kepada salah satu bangunan yang paling unik di gunung tidar. bangunan berupa kerucut kuning mirip tumpeng raksasa yang dikelilingi oleh tembok tinggi. terdapat ornamen-ornamen wayang di tembok tersebut. bangunan ini merupakan makam kyai semar. konon katanya kyai semar adalah jin penghuni gunung tidar sebelum dikalahkan oleh syekh subakir dengan tombak kyai sepanjang. ternyata terdapat sekelompok orang yang sedang melakukan tahlil (saya sempat mendengar beberapa bacaan) di area makam sehingga saya tidak bisa memotret dari jarak lebih dekat.
makam kyai semar
bangunan tumpeng raksasa menjadi objek terakhir di gunung tidar. saya pun melangkahkan kaki kembali pulang bersama rombongan yang juga selesai berziarah tadi. hari sudah cukup siang dan ternyata jalan yang tadi sepi, kini dipenuhi para pengemis yang berharap mendapat sedekah dari para peziarah. cukup banyak menjelang bagian bawah gunung tidar. beberapa pengemis masih nampak masih sehat baik pria maupun wanita.
seorang nenek tua yang mengharap sedekah dari peziarah
demikian petualangan saya di kawasan gunung tidar magelang, seperti saya harus kembali lagi setelah proses renovasi jalan utama selesai.

11 November 2014

Jalan-Jalan : Pasar Tukangan Magelang

hari ini saya mendapat kesempatan untuk mendatangi salah satu pasar tradisional di magelang. mungkin bagi sebagian orang, yang namanya jalan-jalan itu mesti ke tempat wisata dengan pemadangan atau objek yang menarik. namun saya lebih menyukai jalan-jalan melihat kegiatan masyarakat yang beragam berdasarkan lokasi dan budaya di daerah tersebut.

Pasar Tukangan memang tidak terlihat seperti pasar saat pertama kali datang kesana. Anda sendiri mungkin akan bertanya-tanya, apa benar ini pasar? pasar yang berada di tengah-tengah kota magelang ini tersembunyi dalam sebuah lorong jalan yang terhubung antara dua gerbang yang seakan menjadi penjaga dari luar. ketika ditunjukkan bahwa ada pasar yang menawarkan barang-barang pokok yang murah dan mudah didapat, saya sempat meragukan. dimana pasarnya?
Gerbang menuju pasar kemirirejo
ini memang bukan pasar resmi seperti pasar-pasar yang banyak terlihat di kota-kota besar. namun ketika saya masuk ke dalamnya, saya langsung menemukan suasana hiruk pikuk dan aktivitas pasar seperti pasar-pasar yang pernah saya jumpai. sejak masuk lorong, saya sudah disuguhi berbagai sayur mayur, daging dan berbagai dagangan yang dijajakan.

Suasana Pasar Kemirirejo
 saya juga menemukan penjaja makanan ringan seperti kue basah, roti bohong/bantal, dan cemilan yang menggugah selera. saya sampai bingung mau membeli yang mana karena semuanya menggiurkan. akhirnya membeli beberapa kue basah untuk dinikmati nanti. hampir semua makanan tradisional khususnya makanan khas magelang bisa ditemukan disini.
Berbagai pilihan makanan ringan yang lezat

lain waktu saya mesti balik lagi kesini, mencoba setiap makanan ringan yang disajikan atau ingin membeli bahan makanan untuk memasak. sepertinya akan jadi tempat favorit di magelang. selain murah meriah, tempatnya yang mudah dijangkau dan banyak pilihan menjadi nilai tambah bagi pasar mungil ini.

Magelang, 11 November 2014
@ZuhriUtama



10 Nov 14 : Hari yang kelabu

alarm kembali berbunyi. lantunan surat al-muddatstsir memanggilku untuk bangun dari mimpi tidurku. aku tak ingat apa yang aku mimpikan. subuh ini terasa dingin, rasanya inginku kembali memasuki ruang dibalik selimut tebalku, namun suara adzan subuh memanggil untuk segera menuju surau.

hujan telah turun sejak kemarin sore, jam 9 malam pun aku sudah terlelap. ternyata subuh ini masih ada rintik hujan yang tipis menemani langkahku menuju surau. seorang pria paruh baya telah berjalan lebih dahulu, ku pelankan langkahku agar tak menyusulnya. seperti biasa, subuh ini diisi oleh satu baris shaf yang tidak penuh.

hujan masih turun dengan lembut. tak terdengar tapi rintiknya masih terlihat. pukul 5.30, hujan baru mereda namun mentari masih malu untuk keluar. hingga pukul 6.30 pun meski langit mulai terang namun awan gelap masih menyelimuti sinar mentari pagi. ku langkahkan kaki untuk mencari makanan sebagai sarapan pagi ini.

sejak beberapa hari yang lalu, aku sudah sering melihat penjaja makanan dipertigaan tak jauh dari tempatku tinggal. cukup ramai dengan banyaknya ibu-ibu yang berkerumunan dan motor-motor yang terparkir. sesampai disana, kerumunan itu tampak sibuk memilih berbagai penganan makanan baik kue basah, gorengan, atau lauk sayur. ku memperhatikan berbagai menu yang terhidang sambil menunggu dilayani.


ada banyak pilihan lauk sebagai teman nasi. bihun goreng, telur balado, sayur sawi, kacang panjang, tempe goreng dan makanan kering. akhirnya aku dilayani juga. nasi dengan bihun dan sayur kacang panjang menjadi pilihan. ditambah dengan ketan kinca (ketan putih yang disiram dengan gula duren). semuanya hanya lima ribu rupiah.

oiya aku lupa bercerita, waktu aku ke kamar mandi, tiba-tiba aku dikagetkan dengan lantai yang dipenuhi dengan serangga bersayap. mereka memenuhi hampir seluruh bagian kamar mandi. lubang kloset, lantai, ember, hingga bak mandi. awalnya aku pikir ini semacam laron (serangga yang menyukai sumber cahaya),  setelah diperhatikan ternyata ini adalah sejenis tawon. ku singkirkan serangga-serangga tersebut yang sebagian telah mati tenggelam dalam air ataupun bertebaran di lantai kamar mandi. hmm, darimana mereka berasal?

Serangga mirip Tawon

hari ini tak banyak kegiatan yang ku lakukan. selain karena suasana hari ini yang kelabu, memang tidak ada jadwal yang direncanakan. hingga pukul 2 siang, suasana cukup cerah. dengan motor, aku menuju ke tempat duplikat kunci untuk membuat kunci cadangan ruko yang ku tempati sesuai pesanan mbak eva. lumayan mahal juga, 30 ribu untuk 3 kunci.

Kios Duplikat Kunci
selesai membuat kunci duplikat, perut yang baru diisi pagi tadi sudah mulai meminta diisi kembali. bosan dengan makanan manis, akhirnya ku jatuhkan pilihan ke ayam penyet. warung makannya terasa sepi, mungkin karena memang bukan jamnya makan karena saat ini pukul 3 sore. entah ini makan siang atau makan sore.

ayam penyetnya lezat. sambalnya tidak terlalu pedas dan nasinya pun lembut dimakan. harganya cukup terjangkau, 10 ribu saja. setelah selesai membayar, ku arahkan motor kembali ke ruko. yah, hari ini memang kelabu. semoga esok hari kembali cerah ceria.

Magelang, 10 November 2014
@ZuhriUtama

10 November 2014

09 Nov 14 : Al-Lughotil 'Arabiyyah

Bismillaahirrahmaanirrahiim......
Yaa ayyuhal muddatstsir..... Qum Fa andzir....

saya terbangun seperti biasa. 5 menit sebelum adzan subuh. alarm yang ini sangat ampuh untuk membangunkan saya seberapa larut pun saya tidur (bahasanya bener g y?). yup, ini adalah rekaman surat al-muddatstsir yang artinya Orang-orang yang berselimut. saya pun menyampirkan bed cover pink motif bunga-bunga yang super hangat dan bantal coklat bercorak kulit macan (ini bukan properti saya, serius).

waktu menunjukkan pukul 3.45 pagi. berarti subuh pukul 3.50. Sambil menunggu lantunan adzan subuh, saya pun bergegas membersihkan diri. hari ini adalah hari pertama saya akan ikut kursus bahasa arab di jogja, tepatnya di masjid Amal Mardiyah UGM sesuai dengan informasi dari mak na yang mengatakan bahwa kursus bahasa arab baru saja dimulai hari ini.

kelas dimulai pukul 6 pagi, paling lambat jam 6.30 pagi. saya pun menghitung waktu tempuh dari magelang ke jogja, kurang lebih satu jam. seusai sholat subuh di surau, saya pun mandi dan menyiapkan kebutuhan yang harus dibawa. buku, pulpen, botol minum dan lainnya. pukul 4.50, saya mengeluarkan motor dan berangkat menuju jogja.

Jalanan masih sepi, tak banyak kendaraan pribadi. hanya truk-truk engkol yang mengangkut barang atau yang kosong. melaju dengan kecepatan 70km/jam. menikmati suasana jalan luar kota di awal pagi. rasa dingin yang sedikit menusuk cukup menimbulkan rasa alergi dingin di tubuh. semoga tidak muncul bentol2 seperti kemarin.

pukul 5.45 saya tiba di masjid Amal Mardiyah UGM, sepi. hanya ada 2 orang laki-laki remaja yang sedang membersihkan ruangan masjid. saya pun menunggu di depan masjid sambil menyelesaikan buku yang kemarin dibeli. mak na belum berangkat. seperti biasa, paling lambat pukul 6.30 dia sampai. beberapa akhwat sudah tiba. seorang ikhwan datang, saya pun bertanya mengenai kelas hari ini.

pukul 6.30 suasana kelas sudah cukup banyak. beberapa akhwat sudah datang. ikhwannya baru 3 orang. seorang akhwat membuka kelas dan berbicara melalui hijab di tengah ruangan. hari ini ada pre-test penempatan untuk melihat tingkat pemahaman kita terhadap ilmu nahwu. soal berupa essai yang cukup mudah, saya mentok di satu soal mengenai i'rab dan saya coba menjawab seingat saya.

pukul 7 pagi, ustadz pengajarnya datang. beliau orang yang ramah dan humoris. masih cukup muda, kelahiran 80an kata mak na. suasana kelas sangat hidup. materi disampaikan dengan gaya yang santai. hari ini baru pembukaan, belum ada materi yang dibahas. hanya membahas soal pre-test tadi. kami dibagikan buku pegangan berbahasa arab.

pukul 8 pagi kelas pun usai. setelah membayar biaya pendidikan sebesar 50ribu. saya pun menuju parkiran. di depan masjid, seorang ikhwan berpenampilan jawa (dengan kain coklat dan blangkon) menghampiri saya dan mengucap salam. bertanya apa saya baru kali ini kemari. saya disuruh mengambil kantong plastik putih di tangan kirinya yang tidak sempurna. ternyata berisi teh manis didalam plastik. katanya dia mendapat makanan dan tidak mau meminum tehnya. saya terima dan berkenalan, namanya maulana.

mak na masih bercakap dengan akhwat. saya pun meluncur meninggalkan masjid. mau cari sarapan, pikir saya. tapi karena tidak tau mau makan apa, saya dapat pesan whatsapp dari mak na klo dia sedang di warung makan ketoprak jakarta. setelah menanyakan lokasinya, saya pun tiba dan memesan ketoprak telor jakarta (jauh-jauh ke jogja cuma buat makan ketoprak).
Menu Warung Makan Ketoprak Jakarta

Ketoprak telor jakarta
selesai mengisi perut pagi ini. kami pun berpisah. mak na mau pulang katanya. saya pun bertanya dimana pusat keramaian di jogja. saya teringat sunmor, pasar kaget yang diadakan tiap ahad pagi di area UGM yang kebetulan dekat dari sini. saya pun meluncur kesana dan memarkirkan motor. suasananya sangat ramai, banyak muda-mudi yang asyik bercengkrama dan melihat lapak-lapak pedagang. saya terlalu kenyang dengan ketoprak dan tidak berselera membeli apa-apa.
jalan menuju SunMor UGM
setelah satu jam berkeliling dan hawa semakin panas karena matahari mulai terik. saya pun melanjutkan berkeliling jogja, berharap bisa menemukan tempat yang enak buat nongkrong. saya menyesal tidak membawa laptop. akhirnya setelah beberapa jam berkeliling-keliling tanpa arah. akhirnya pukul 10an saya putuskan pulang. tiba di ruko dan beristirahat. hari ini tidak banyak kegiatan yang ingin dilakukan. cuma ingin istirahat saja.

saya pun melirik bahan makanan yang saya beli semalam. ada mie goreng dan mie rebus, sosis dan nutrijel. awalnya mau masak nutrijel tapi ternyata dicek perlu pake gula dan saya malas keluar membelinya. akhirnya masak mie goreng bulgogi, pengen ngerasain gimana rasanya. saya pun memanaskan air dan memasukkan sosis sapi. setelah sosis sudah cukup matang baru saya masukkan mie goreng. not bad, rasanya lezat dan sosisnya walau belum terlalu matang tapi cukup nikmat.
bahan makanan untuk beberapa hari

Mie Goreng Bulgogi dengan ekstra sosis sapi
setelah kenyang menikmati mie goreng, saya pun bersantai dan melewati hari dengan mendekam di kamar seharian. okeh, sepertinya lagu jason miraz cocok buat hari ini. i'm lazy. sore hari hujan turun dan berlanjut terus hingga malam. semoga esok cuaca cerah ya. aamiiin

Magelang, 9 November 2014
@ZuhriUtama

09 November 2014

08 Nov 14 : dari Gudeg sampe Jamur

Alhamdulillaah, akhirnya bertemu akhir pekan kembali. berarti sudah seminggu saya berada di magelang mencoba menjalani hidup yang baru dengan suasana yang baru. seperti yang saya ceritakan pada cerita sebelumnya, saya berencana menonton film. yeay, cant wait to watch it.

sebelum berangkat ke jogja untuk nonton, mbak eva pagi-pagi datang ke ruko tempat saya tinggal untuk sementara dengan membawa peralatan lenong macam karpet, bed cover, dispenser sampai galon dan meja. jam 8.30 tiba dengan taxi dan kami pun segera mengangkutnya ke lantai 2 ruko. akhirnya kini saya punya pemandangan baru.
Area tidur dan aktivitas kerja

dapur darurat beserta pernak perniknya
 yeay, kini laptop saya bisa pake meja sungguhan (sebelumnya pake kardus air mineral. hahaha) dan juga karpet tebal supaya ga dingin. selain itu sekarang saya punya aqua galon (tadinya mesti stok air mineral botol 1 liter sehari. fiuh) dan peralatan memasak saya pun bisa rapi diletakkan. ga sabar buat eksperimen memasak sesuatu (bukan syahrini loh y).

setelah beres-beres barang, saya pun sarapan pagi dengan gudeg yang nitip sama mbak eva (ga sopan y udah dbawain barang2 masih nitipin makan :p) berisi mie goreng dan perkedel daging. pas dibuka, waduh porsinya banyak banget. akhirnya saya menyerah dan menyisakan sekepel (satu genggaman tangan) nasi yang lauknya udah abis duluan. ternyata mbak eva mesen nasinya satu setengah. haduh.
Gudeg Jumbo dengan perkedel daging. glek
mbak eva pamit dan saya pun bersiap untuk berangkat. tadi pagi mbak dian sempat hubungin untuk minta bantuan karena anaknya sya'aka yang ada di gontor (baca ceritanya disini) mau menghadiahkan ustadznya yang hari ini ulang tahun. akhirnya saya diminta membelikan jam tangan di mall artos dan mengantarkannya sebelum ke jogja.

jam 10 pagi saya pun tiba di artos dan segera mencari kios jam. ternyata mereka baru saja buka sehingga saya melipir ke atm dulu (dana cash sudah menipis) kemudian kembali lagi ke kios yang sudah buka. setelah memilih-milih model jam yang cocok untuk cowo umur 25 tahun (ustadznya lebih muda dari saya T.T) akhirnya pilihan jatuh kepada jacque martin silver seharga 860ribu rupiah (baru kali ni beli jam lebih dari 50rb. hakakak) dan segera mencari kios yang bisa membungkus kado ini. setelah 30 menit muter2 dan bertanya, mereka tidak mau membungkus kecuali itu barang mereka sendiri. hadoh, gimana ini. akhirnya beli paper bag dan kartu ucapan. sebelum beranjak dari artos, mampir dulu ke KFC buat beli 6 ayam+nasi yang dadakan minta dibawain juga.

lirik jam ternyata sudah jam 11 siang! waduh, estimasi waktu saya kacau. gara-gara cari bungkusan kado. saya masih mesti mengantar kado ke gontor 6 dan kemungkinan memakan waktu 30 menit. padahal magelang-jogja membutuhkan waktu sejam. jadwal nonton jam 12.45. semoga masih sempat sebelum film dimulai.

mak na yang bertugas beli tiket sudah mengabarkan bahwa tiket sudah dibeli. saya mengabaikan pesan tsb dan segera meluncur ke gontor. akhirnya tiba di gontor pukul 11.20 dan saya segera pamit setelah menyerahkan jam tangan dan KFC ke mas beni (ayahnya sya'aka). pas lihat plang menunjukkan jogja berjarak 62 KM! jika saya melaju dengan kecepatan 60km/jam berarti saya butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai jogja dan itu belum termasuk mencari lokasi bioskop tempat kita nonton. ah, yang penting sampe dulu. berangkat!

memasuki jogja pukul 12.37! saya segera mengecek lokasi bioskop Empire XXI di google maps. setelah menentukan rute yang ditempuh, ternyata pekan di jogja sangat padat dan jalan dipenuhi oleh kendaraan yang lagi pada liburan. salip sana salip sini akhirnya saya sampai pukul 12.49 dan mereka berdua sudah masuk theater 2 buat nonton film Interstellar berdurasi 2.5 jam. saya belum sholat, setelah ketemu didepan pintu, saya minta tiket saja dan menyuruh mak na balik ke kursi. saya mau sholat dulu.

Nonton Interstellar dulu ah. posisinya ajib!


setelah selesai sholat, ya pahamlah ya sholat klo lagi mikirin waktu gini. (jangan ditiru yak :D) saya meluncur masuk ke theater dan menempati kursi yang cucok bo! baris paling atas deket koridor tengah. alhamdulillah belum banyak ketinggalan. filmnya keren banget, penuh sains dan berbagai teknologi NASA dan cerita fiksi yang bikin melek terus. gak bikin bete nontonnya (buat saya).

Beres nonton, saya dan mbak eva sholat ashar sedangkan mak na ngantri tiket lagi buat kakaknya yang mau nonton juga (tapi bukan interstellar). kami berencana mau makan. akhirnya ditentukan lah kita akan makan di Jejamuran (ngiri mau kesana karena pernah dikirim foto mak na lagi makan dsana) yang lokasinya ada di utara jogja (cie, udah paham arah mata angin) searah menuju magelang.

sempat ngelewatin mirota UGM tempat mangkal rujak eskrim tapi sayang tutup. lanjut ke jejamuran yang jalanannya masih macet di tengah jogja. melewati perbatasan jogja, tinggal saya dan mbak eva. entah dimana mak na itu tertinggal. sampai di jejamuran, tak lama mak na pun muncul dan bercerita kalo motornya kehabisan bensin di jalan! untuk katanya ngga jauh dari situ ada bbm literan pinggir jalan.
Daftar menu Jejamuran. Slurp!

Oke, waktunya makan. kami pun segera pesan. saya pesan yang spesial. jadi restoran Jejamuran ini menunya khusus seputar jamur (ya iyalah, namanya aja jejamuran) yang diolah dengan berbagai variasi dan rasanya pun enak. ngga seperti jamur biasa bahkan mendekati rasa makanan yang dibuat seperti rendang jamur, tongseng jamur, sate jamur, jamur goreng crispy, dan tom yam jamur.
Sate jamur, tongseng jamur, rendang jamur dan jamur crispy yang LEZAT!
pas dicicipi, selera makan saya pun langsung meningkat. SERBU!. dari semua menu yang kami pesan, cuma tom yam yang menurut saya terlalu asam. mungkin klo agak dikurangi, rasa segarnya jadi nikmat. ditemani minuman Carica Squash (mbak eva mesen es teh manis, ga bisa dia sehari ngga minum es teh manis. ckckck). setelah lezat menyantap, kami pun foto-foto sebagai bukti dokumentasi. huehehehe
Mak na dan Mbak eva lagi eksis berdua

Akhirnya kesampean juga makan di Jejamuran. Slurp!
dan berakhirlah perjalanan hari ini dengan berbagai cerita dan kisahnya. tinggal melepas lelah tapi mesti menempuh perjalanan jogja-magelang. saya dan mbak eva membawa motor masing-masing. mak na pulang ke rumah kakaknya di kaliurang.

eits, ternyata cerita belum berakhir. jadi pas pulang, saya nyuruh mbak eva duluan karena saya mau beli buff dulu (masker agar hidung tidak menghirup debu) dan ternyata saya bertemu mbak eva di daerah Salam. ternyata dia mampir beli bensin dulu. kami berdua pun iring-iringan menuju magelang. sampai di artos, mbak eva berhenti karena ada janji dengan temannya. saya langsung meluncur ke ruko buat melepas lelah. pas udah mau tidur, mbak eva ngirim pesan via whatsapp klo dia sebenernya diikuti sama cowo bermotor besar sejak dari jejamuran sampai posisi saya menegurnya tadi. katanya, karena saya tegur akhirnya yang mepetin mbak eva sejak tadi pergi. dia sempat diajak ngobrol sambil membawa motor sepanjang jalan. bahkan saat mbak eva ngisi bensin pun masih ditungguin sama dia. ih, gila tuh cowo!

alhamdulillaah ngga ada hal buruk terjadi.  semoga bisa jadi pelajaran kedepannya untuk berhati-hati. masih ada hari ahad besok. mak na di jejamuran nawarin untuk ikut kursus bahasa arab di daerah UGM. tungguin ceritanya besok y, guys.

Magelang, 08 November 2014
@ZuhriUtama

08 November 2014

07 Nov 14 : Ke Gontor, Apa yang Kamu Cari?

kamis lalu mbak dian menghubungi saya apakah saya punya waktu untuk menjemput anaknya - sya'aka - yang sedang menempuh pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Gontor 6 Darul Qiyam Magelang. Saya pun menjawab in syaa allaah saya bisa meluangkan waktu untuk mengajak sya'aka jalan-jalan keluar pondok.

jam 7 pagi saya pun mulai bersiap-siap untuk berangkat karena jam 8 sudah bisa izin untuk keluar pondok. saya janjian dengan mbak eva di artos untuk meminjam helmnya. jam setengah 8 lewat, saya pun berangkat menuju artos dengan motor. setelah bertemu mbak eva dan meminjam helmnya,  saya pun berangkat menuju pesantren gontor yang berada di kaki gunung.

untuk menuju pondok pesantren gontor 6, kamu cukup bertanya arah menuju tempat wisata Ketep Pass yang lebih dikenal dengan museum gunung merapi yang memang didalamnya terdapat museum mengenai sejarah gunung merapi yang terkenal dengan kedahsyatan letusannya. dari jalan raya utama magelang - jogja, setelah melihat plang Ketep Pass (disitu juga terdapat plang pondok pesantren gontor 6), saya memasuki jalan yang mulai menanjak dengan kondisi jalan yang agak rusak (saat saya lewat, sedang ada pengecoran jalan baru).

ada dua akses masuk ke ponpes gontor 6, yang pertama ditandai dengan plang besar gontor 6. menurut mbak dian, jalur ini berliku-liku dan sulit sehingga saya diminta masuk melalui jalan kedua yang berada lebih keatas dengan plang kecil bertuliskan gontor 6. petunjuknya cukup jelas hingga saya tiba di gontor 6. jika anda sudah melihat gedung dengan atap bertuliskan gontor 6 dan masjid, jangan langsung menuju kesana. ikuti petunjuk bertuliskan BAPENTA (Balai Penerimaan Tamu) yang merupakan gerbang masuk untuk bisa menemui murid.

Pondok Pesantren Modern Gontor 6 Darul Qiyam Magelang
setiba disana sudah banyak wali murid yang sedang menunggu anaknya. saya pun menuju penerimaan wali murid putra dan melaporkan diri. ternyata sya'aka sedang ada pertemuan pagi dengan seluruh anak kelas 1 (sya'aka baru masuk tahun ini ke gontor) hingga jam 9. saya pun berjalan-jalan melihat suasana gontor yang pertama kali saya rasakan saat ini.

saya baru ingat bahwa saya juga punya sepupu disini yang sedang belajar di bangku kelas 5. wahid ka'alfin namanya. saya pun bertanya ke orangtuanya di kelas brp dan kamar apa alfin tinggal. setelah bertanya ke bagian penerimaan tamu dan ditunjukkan kamarnya, saya pun mencari dan ternyata dibantu oleh information center untuk diumumkan dan akhirnya saya pun bertemu dengan alfin, sepupu saya.

jam 9, saya ditemani alfin bertemu sya'aka dan meminta izin ke bagian keamanan agar sya'aka bisa keluar pesantren hari ini. setelah perizinan beres, saya dan sya'aka pun berangkat dengan motor menuju kota magelang. alfin sempat meminjam hape saya untuk menelepon ortunya di jakarta.

setibanya di magelang, ternyata sya'aka mau mandi dulu sehingga saya ajak saja ke kostn saya karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 10.20 siang. saya memasakkan mie goreng untuk sarapan dia karena ternyata dia pun belum sarapan. selepas mandi dan sarapan, kami menuju masjid agung kota magelang untuk sholat jum'at (setiap anak gontor yang ke magelang harus sholat di masjid agung karena ada absen selepas sholat disana). setelah sholat jum'at, kami pun meluncur ke rumah makan Waroeng Steak untuk makan siang bersama mbak eva yang sudah menunggu sejak tadi disana.

Aka di Waroeng Steak


kami pun segera memesan menu makan siang yang sudah sejak tadi kami tunggu. huff, laparnya. saya memesan Chicken Pepper dan Milkshake Mocca Special, slurp. tak terasa kami pun sudah sejam disini. langit mulai gelap dan suasana semakin menandakan bahwa akan turun hujan. kami bertiga bergegas menuju ke rumah mbak emi agar sya'aka bisa beristirahat sejenak dan mandi sebelum kembali ke gontor.


Steak Chicken Pepper, slurp

jam 14.30, hujan pun turun. saya agak cemas bagaimana nanti bisa mengantar sya'aka kembali ke gontor dengan motor. semoga saja setelah ashar hujan akan berhenti. saya pun melanjutkan pekerjaan yang tertunda. sya'aka sedang sibuk membaca buku kemudian mandi. hingga sore, hujan tak kunjung berhenti. malah semakin besar dan deras. mbak dian (bundanya sya'aka) menelpon dan mengabarkan bahwa orang tua temannya sya'aka sedang di artos dan akan menjemput dengan mobil untuk kembali ke gontor.

Alhamdulillaah, pukul 15.45 saya mengantar sya'aka untuk bertemu orang tua temannya di depan jalan. setelah mengantar aka, saya pun kembali ke rumah mbak emi. saya pun kembali ke kostn dengan membawa mainan baru berupa buku-buku novel untuk bacaan dan juga penggorengan kecil untuk menggoreng di kostn. asyik, saya bisa bereksperimen memasak sesuatu. besok sepertinya saya harus membeli beberapa bahan makanan untuk dicoba dimasak. hehehe

Buku milik mbak eva dan Penggorengan milik mba emi (pinjem semua :D)
selepas sholat isya berjama'ah di musholla, ternyata seorang bapak mengajak saya untuk ikut tahlilan di dekat situ. katanya temannya sesama veteran meninggal kemarin (saya sedang di jogja waktu itu) dan ini malam kedua tahlilan.

Ternyata berbeda dengan di jakarta, disini para tamu duduk di bangku menghadap rumah duka dan tahlilan pun dimulai tanpa membaca yasin. saya yang biasa tahlilan dengan duduk bersila di lantai jadi merasa aneh sendiri apalagi pengantarnya dengan bahasa jawa yang tidak saya mengerti. hehehe

selesa tahlilan, kami mendapat teh manis hangat dan makanan kecil sebanyak 3 macam. setelah menghabiskan teh manisnya, kami pun pamit dengan membawa buah tangan hasil dari tahlilan. lumayan buat ganjel perut buat anak kostn seperti saya. :p

buah tangan hasil tahlilan kampung
akhirnya hari ini ditutup dengan menyantap cemilan tahlilan. alhamdulillaah, saya pun beristirahat karena besok saya berencana menonton film di bioskop Empire XXI Yogyakarta bersama mbak eva dan mak na. rencanany kami mau menonton film Interstellar yang bertalar belakang luar angkasa. yeay, sudah tidak sabar menunggu esok hari.

Magelang, 07 November 2014
@ZuhriUtama

07 November 2014

06 Nov 14 : Jogja, Magelang dan Boyolali

hari ini saya akan bertemu dengan kawan-kawan dari jogja dan boyolali. tujuan mereka sich pengen nengokin mbak emi yang akhirnya ketauan juga penyakitnya apa. ternyata mbak emi sakit DB dan setelah ketahuan penyakitnya apa malah disuruh pulang sama dokternya (aneh bener).

Janjian di rumah sakit jam 10 pagi sesuai jam besuk. saya sudah bersiap-siap sebelumnya dengan  berangkat lebih pagi karena mau sarapan di luar saja. rencananya sich di sekitar alun-alun kota magelang. pukul 8 pun saya berangkat menuju perlintasan angkot jalur 3 yang menuju alun-alun magelang.

Pojok Kuliner Alun-Alun kota Magelang


dalam 30 menit pun saya sudah sampai di alun-alun. langsung menuju salah satu warung makan tenda yang berada di sepanjang sisi utara alun-alun. saya pilih nasi rames dengan sayur tahu dan semur telor bebek.

Nasi Rames dengan sayur tahu dan telur bebek
selain itu terdapat juga mie ayam, bakso, nasi pecel, nasi gudeg dan menu sarapan pagi lainnya. suasana alun-alun santai dengan beberapa orang yang sarapan dan juga ada yang sibuk berfoto patung kuda yang berada di lapangan.

setelah saya membayar seharga 9 ribu rupiah untuk nasi rames saya, saya pun berjalan di sekitar alun-alun sambil menunggu mbak eva yang sedang menuju kesini (katanya baru selesai ngepel). saya pun tiba di seberang masjid agung kota magelang. masjid yang megah dan terasa cukup tua ini memberikan pemandangan yang menyejukkan bagi jiwa saya.

sambil duduk di bangku taman dan memandang keriuhan jalan yang mulai dipenuhi kendaraan namun tetap lancar dan tertib. beberapa anak sekolah sedang berolahraga dan beberapa orang tua yang berpakaian batik sedang duduk menunggu sesuatu (di akhir hari saya baru tau kalo mereka ternyata sedang menunggu kepulangan jamaah haji).

pukul 9 pagi (lebih banyak), mbak eva muncul dan kami segera meluncur ke rumah sakit harapan untuk bertemu dengan mbak emi yang sedang mengurus surat-surat kepulangannya. saya pun melipir sebentar karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan sambil menunggu kawan-kawan dari jogja dan boyolali tiba.

rencana awalnya adalah mbak asih dari boyolali akan naik kereta menuju jogja lalu dijemput oleh mak na (nama aslinya ratna zakiyah, cm lebih akrab disapa mak na) kemudian bersama mbak dianka dan keluarga dengan mobil menuju ke magelang. ternyata mbak dianka mengabarkan tidak jadi datang karena anaknya azka yang baru berumur beberapa bulan nguring (nangis2 gitu) dan agak demam sehingga hanya mbak asih dan mak na ke magelang menggunakan bus.

karena waktu besuk hanya sampai jam 12 siang sedangkan mereka berdua masih diperjalanan maka saya dan mbak eva mengusahakan untuk mbak emi bisa pulang siang ini (rencana awalnya sore). ternyata mbak emi bisa pulang siang ini. mbak asih dan mak na diminta langsung ke rumah mbak emi. saya, mbak eva, mbak emi dan ibunya mbak emi pun bersiap untuk pulang.

mbak eva pamit pulang duluan karena ada jadwal mengajar dan saya ikut mbak emi naik taksi. sampai rumah mbak emi, mak na dan mbak asih sudah tiba. kami pun mengobrol sambil menikmati cemilan khas magelang yang tadi dibawa mbak eva.

Makanan Cemilan Khas Magelang (hampir ludes dimakan. hahaha)
pukul 4 sore pun kami pamit. saya, mbak asih dan mak na akan ke jogja. mbak asih mengejar kereta jogja-solo pukul 17.40 sedangkan saya berencana mengambil motor yang akan dipinjamkan oleh mbak dianka untuk saya pakai selama di magelang. dengan menumpang angkot jurusan kalinogoro, kami pun meluncur ke terminal magelang yang kemudian menyambung dengan bus semarang-jogja.

sepertinya mereka berdua lelah, tiba di bis pun mereka sudah terlelap dan saat waktunya membayar, akhirnya saya yang membayar agar mereka bisa istirahat. sesaat sebelum tiba di terminal jombor, jogja. saya sempat terlelap sebentar dan dibangunkan karena mak na bertanya apa saya sudah membayar tiket bus. saya katakan sudah tapi kernet bus yang sudah kepalang menerima uang 50 ribu dari mak na malah hanya mengembalikan 40 ribu. padahal saya sudah membayar full kami bertiga sebesar 30 ribu (satu orang 10 ribu dari magelang ke jogja). huff, kernet yang seenaknya. saya pun urung untuk menegur.

kami berpisah di terminal jombor, mak na mengantar mbak asih ke stasiun lempuyangan dengan motornya yang dititipkan di terminal. saya pun melanjutkan dengan trans jogja jalur 2B menuju halte kentungan yang berada di lampu merah JaKal (Jalan Kaliurang). sudah cukup sore ketika tiba disana dan sudah tidak ada angkot menuju jakal km 14. saya pun ditawari ojek dengan harga 25 ribu. hmm, saya pilih menunggu mak na yang selesai mengantar mbak asih di stasiun.

sambil menunggu mak na datang, saya mencari masjid dan sholat maghrib dulu. selesai sholat maghrib, mak na pun datang dan kami berdua (tentunya saya yang membawa motornya) menuju ke rumah mbak dianka. mampir sebentar di warung bakmi jogja untuk menyantap bakmi goreng dan es jeruk hangat (benar-benar hangat cenderung dingin) seharga 25 ribu untuk kami berdua.

sesampai di rumah mbak dianka, mak na langsung pamit pulang. saya mengobrol sebentar lalu kembali ke magelang dengan membawa motor suzuki dan titipan air kangen water untuk aka. yup, besok saya akan menjemput aka yang sedang menempuh pendidikan pesantren di gontor 6 magelang.

setelah sejam menempuh perjalanan malam dengan rasa kantuk, saya pun tiba di kostn dan terlelap kemudian. how wonderful journey today.

Magelang, 06 November 2014
@ZuhriUtama