Pages

Ads 468x60px

30 March 2015

Book $100 STARTUP - Chris Guillebeau


belakangan ini saya mulai menyukai buku-buku kepribadian khususnya terkait self development. salah satunya adalah buku $100 STARTUP karya Chris Guillebeau yang diterjemahkan ke bahasa indonesia.

sejujurnya saat membeli buku ini saya hanya tertarik dari cover bukunya yang berwarna cerah dan ilustrasi yang menarik. kemudian saya coba lihat contoh buku yang ada kemudian saya semakin tertarik dengan bahasa yang digunakan. chris menyampaikan tips-tips dan saran dalam mengembangkan sebuah ide bisnis menjadi usaha yang nyata dengan langkah-langkah yang mudah dan kisah-kisah nyata dari orang-orang yang berhasil merealisasikan ide mereka menjadi bisnis.

pada bab-bab awal, chris lebih banyak menyampaikan kisah-kisah nyata dari berbagai pelaku bisnis yang dimulai dari ide sederhana menjadi sebuah bisnis. tidak semua pelakunya adalah pebisnis dari awal. ada beberapa korban PHK yang ternyata bisa memulai bisnis dari ide sederhana.

selain itu, banyak kisah-kisah yang menceritakan tentang para pelaku bisnis yang memulai bisnis dari hobi mereka. namun chris menegaskan untuk berfokus pada "menghasilkan uang". karena bisnis memang seharusnya menghasilkan. permasalahan para pelaku bisnis yang memulai dari hobi adalah mereka terlalu menikmati hobi mereka hingga lupa untuk mengerjakan hanya yang menghasilkan uang saja.

tips lain memaparkan tentang pengembangan bisnis yang sudah ada dengan sedikit perubahan bisa meningkatkan hasil yang banyak. chris juga memberikan poin-poin penting yang kadang terlihat sulit namun ternyata menjadi mudah. seperti saat pelaku bisnis ingin menaikkan harga produk mereka, ataupun bagaimana menentukan harga dari sebuah produk. buku ini membahas dengan jelas hal-hal tersebut.

buku ini sangat cocok bagi para pelaku bisnis baik besar maupun kecil, freelance maupun legal ataupun para calon pebisnis.

29 March 2015

Seru-Seruan bareng Djepiters di Cafe Strawberry

setelah beberapa waktu lalu sempat tertunda untuk momen nonton bareng djepiters, akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan acara kuliner saja dan saya pun mengusulkan untuk mencoba cafe strawberry yang ada di daerah lenteng agung jakarta selatan.

awalnya kami berencana untuk janjian pukul 3 sore hari sabtu 28 maret 2015. pagi harinya saya sempatkan untuk membawa motor saya ke bengkel servis honda di daerah pasar minggu. sebelum jam 8, antrian sudah terlihat di depan bengkel dan saya mendapat antrian ke 14. tepat pukul 8, satu persatu antrian dipanggil dan menyerahkan kunci motornya. setelah selesai mendaftarkan motor saya untuk diservis, saya pun keluar dan menuju ke sevel yang tidak jauh dari situ. sambil menunggu servis motor selesai, saya pun mengerjakan beberapa pekerjaan sampingan yang sudah masuk deadline.

pukul 11, saya pun kembali ke bengkel untuk mengecek kondisi motor saya. ternyata motor saya belum masuk ruang servis. hingga waktu istirahat tiba, motor saya belum terlihat. akhirnya saya memutuskan sholat dzuhur dulu di masjid terdekat. setelah jam istirahat selesai, saya segera menanyakan status motor saya dan ternyata ada sesuatu yang harus dikonfirmasi ke saya namun hape saya tidak bisa dihubungi. setelah diskusi, ternyata ada masalah di komponen pengatur bahan bakar dan karena tidak ada stok di bengkel itu, saya harus mencarinya sendiri.

untungnya bengkel sparepartnya tidak begitu jauh, setelah menyerahkan komponen ke mekaniknya, motor saya pun selesai pukul 13.30 siang. saya pun bergegas menuju lebak bulus karena saya harus memesan tiket bus untuk keberangkatan saya ke semarang besok. langit sedikit terlihat gelap, saya pun segera memacu motor saya mengarah ke ragunan lalu berbelok menuju lebak bulus.

tiba di pool bis AKAP, beberapa agen mulai menawarkan tujuan dengan PO masing-masing. awalnya saya berencana naik PO Nusantara namun ternyata tidak ada agennya disini, akhirnya saya memilih PO Rosalia Indah. saya pun membeli tiket bis eksekutif jakarta-semarang seharga 185.000 rupiah. oiya, setibanya di pool bis, hujan sudah turun dan saya berteduh sebentar sambil menunggu hujan reda setelah tiket bis sudah ditangan.
pool bis AKAP lebak bulus

sekitar pukul 14.30, hujan mulai reda. saya pun bergegas menuju ke cafe strawberry di lenteng agung. cuaca masih terlihat mendung, saya pun berkendara dengan hati-hati karena jalanan masih basah oleh hujan. setibanya didaerah tanjung barat, hujan kembali turun. sebenarnya di motor ada jas hujan tapi karena malas memakainya, saya memilih berteduh saja di pom bensin.
pom bensin di kawasan tanjung barat

ketika hujan berhenti, adzan ashar berkumandang. saya pun sholat ashar dulu di pom bensin kemudian melanjutkan perjalanan ke cafe strawberry di lenteng agung. kawan-kawan yang lain juga belum ada yang sampai. pukul 4 sore saya tiba di cafe strawberry yang posisinya sekitar 200 m dari stasiun lenteng agung yang menuju depok.

ketika masuk, suasana cafe terlihat sedikit berkabut. mungkin efek uap air yang dihembuskan ke dalam cafe agar tetap terasa sejuk. suara tawa dan keriangan para tamu cafe yang didominasi oleh anak-anak muda terdengar ramai. sesekali ada teriakan dan celotehan dari beberapa meja yang sudah diisi. saya pun segera memesan menu mie goreng jawa dan avocado milo.

memang datang ke cafe strawberry itu mesti ramai-ramai. karena saya baru sendiri, akhirnya saya cuma bisa melihat keriangan tamu-tamu yang lain yang sudah seru dengan permainan mereka. yup, cafe strawberry memang memiliki keunikan sendiri. di cafe ini, disediakan berbagai macam permainan board game/ papan permainan maupun permainan kartu semacam UNO  dan lainnya.

semua permainan tersebut disediakan gratis bagi pengunjung tanpa dipungut biaya sepeserpun. anda cukup memesan menu makanan dan minuman yang disediakan. untuk menu makanannya tidak ada yang unik namun minumannya sendiri yang lebih menonjol dan unik seperti E=MC2, strawberry volcano dan lainnya.

sekitar pukul 16.30, mas bagus datang beserta keluarganya, mbak niya dan dua anaknya radit dan fatih. kemudian pukul 17.00 salah satu anggota geng Djepiters yaitu mbak erika datang bersama dua orang temannya, ade dan mbak mikha. mereka baru saja kembali dari acara jalan-jalan di bogor.
saya, om ijal, mbak erika, ade dan mbak mikha.

setelah memesan makanan, kami segera memesan permainan pertama kami yaitu JENGA. permainan balok yang disusun secara vertikal dimana pemainnya secara bergiliran harus mengambil balok yang ada kemudian diletakkan diatasnya. terdengar mudah, namun bentuk balok yang berbeda-beda membuat menara balok yang mulai kehilangan beberapa balok dibawahnya mulai goyah dan labil. sehingga pemain selanjutnya harus berhati-hati agar menara balok tidak runtuh.

ternyata anaknya mas bagus, radit yang menjatuhkan menara balok. kami pun beramai-ramai mencolek wajahnya dengan bedak yang sudah disediakan. meski baru berumur 5 tahun, radit tetap sportif dan senang wajahnya dicoret dengan bedak sebagai bentuk hukuman. permainan pun kami ulangi lagi.

menjelang maghrib, anggota djepiter lainnya yaitu om ijal (meski dipanggil om, dia masih seumuran saya) yang datang paling terakhir karena baru selesai mengikuti acara workshop bisnis di UNJ rawamangun jakarta timur. tak terasa, waktu maghrib pun tiba. jika om ijal tidak mengingatkan, wah bisa kebablasan saking serunya kami bermain.

mas bagus dan keluarga pamit pulang duluan karena ingin sholat maghrib di rumah. kebetulan rumahnya dekat dari sini. saya dan om ijal segera keluar dan mencari musholla terdekat. cafe strawberry tidak menyediakan tempat khusus untuk sholat. hanya sebuah pojokan cafe yang diberi sajadah dan hanya cukup untuk satu orang.

selesai sholat, kami pun melanjutkan permainan kedua kami. yaitu labyrinth. permainan yang menggunakan papan ini meski sederhana tapi seru banget. permainan ini harus dimainkan oleh 4 orang. setiap orang mendapatkan 4 kartu yang berisi gambar yang menjadi tujuan untuk memindahkan biduk ke gambar tersebut. tantanganya adalah papan terdiri dari kotak-kotak kecil berupa jalan yang kadang antar kotaknya tidak saling terhubung jalanannya. maka tugas para pemain adalah membuat kotak-kotak tersebut agar membentuk jalan menuju gambar yang dituju.

setelah puas bermain dan hari juga semakin malam. pukul 8 malam, kami pun bergegas pulang. setelah mengantar mbak erika ke stasiun lenteng agung, saya pun segera menjemput om ijal yang menunggu di cafe dan segera pulang ke rumah.

cafe strawberry bisa menjadi pilihan menarik bagi anda yang ingin nongkrong bareng bersama teman dan bermain seru-seruan dan meningkatkan keakraban antar teman. lupakan gadget anda dan nikmati interaksi bersama teman-teman di cafe strawberry. sayangnya cafe strawberry kurang banyak menyediakan menu makanan khususnya cemilan. beberapa menu cukup berat dan tidak bisa dikonsumsi sambil bermain. untuk minumannya sudah cukup unik dan lezat.

27 March 2015

Happy Graduation Sista

acara wisuda ke 16 STIE Dharma Bumiputera @ Hotel Bumi Wiyata Depok

Alhamdulillaah... setelah tahun-tahun penuh perjuangan. meskipun bukan saya yang berjuang langsung tapi saya sangat bersyukur. saat mendapat pesan whatsapp dari adik saya yang sedang menempuh kuliah akhirnya meminta doa agar diberi kelancaran saat sidang skripsinya beberapa pekan lalu.

kini ia sudah menyelesaikan kuliahnya ketika momen wisuda hari kamis lalu 26 maret 2015. padahal jeda antara sidangnya dengan wisuda hanya berjarak satu pekan saja. alhamdulillah ia lulus dengan nilai sangat memuaskan. meski diberi kabar yang sangat mendadak pada rabu pagi, saya mengusahakan untuk bisa menghadiri acara wisudanya. wisuda ini bukan hanya perayaan atas perjuangannya namun juga perjuangan saya dalam usaha agar adik-adik saya bisa merasakan pengalaman menempuh pendidikan yang terbaik.

ternyata jika hidup dijalani dengan ikhlas, segalanya terasa lapang. 4 tahun tak terasa, rasa berat yang kadang muncul saat harus segera mentransfer biaya kuliah adik-adik saya. namanya juga manusia, tempatnya keluh dan kesah. tapi selama keluh kesahnya hanya disimpan dalam hati dan diadukan pada ilahi, cukuplah keluh kesah itu berubah menjadi doa yang dinanti.

selamat wisuda adikku, semoga semua ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan teman-teman seperjuangan saat kuliah menjadi sahabat terbaik dalam hidup. aamiiin

24 March 2015

Hidup untuk menyenangkan orang lain


the happy moment with Djepiters @ Kawah Ratu Bogor
guru saya pernah menyampaikan bahwa dalam hidup, ketika kita berinteraksi dengan orang lain tujuannya adalah untuk menyenangkan mereka. menyenangkan dalam konteks tidak menyakiti dan menjaga perasaan orang lain selama dalam batas kebaikan.

sejujurnya, saya bukan orang terlalu peduli dengan orang lain. jika orang lain tidak meminta atau menyampaikan kepada saya, maka saya merasa mereka tidak membutuhkannya. namun setelah saya belajar dari guru saya, saya mulai merubah sikap saya terhadap orang lain. saya mulai belajar memahami dan peduli dengan orang lain.

contoh sederhananya adalah ketika seseorang menunjukkan sesuatu yang menurut mereka keren atau luar biasa, meskipun bagi saya itu sesuatu yang tidak terlalu keren atau biasa saja. saya berusaha untuk ikut merasakan kesenangannya. melontarkan pertanyaan dan ikut berdiskusi seputar hal tersebut. tapi bukan berarti saya berpura-pura. saya membangun emosi agar bisa juga memahami dari sisi mereka bagaimana hal tersebut terlihat keren.

saya pun masih belajar untuk itu. belajar untuk menyenangkan orang lain.

Jika kamu memang cinta, perjuangkanlah

lokasi gambar : Pantai Pasir Putih Remen Tuban

seorang teman pernah memberi nasihat, meski bukan ditujukan khusus untuk saya. tapi saya yang ikut mendengar ikut memikirkan maksudnya. jika memang cinta, perjuangkanlah.

entahlah, saya bukan tipe orang yang rela berbuat apapun demi seseorang yang hanya karena sekedar cinta. bukan berarti saya mudah menyerah, saya merasa bahwa selama belum menjadi seseorang yang halal bagi saya, kenapa harus repot memperjuangkannya. kalo memang jodoh, dia akan tetap jadi pasangan saya.

kemudian kawan saya mengatakan kurang lebih seperti ini "saya tidak mau hanya menjadi pilihan, saya ingin menjadi tujuan". memang karena kawan saya wanita yang memang menjadi sisi yang selalu dipilih oleh pria. dimana masyarakat indonesia masih awam jika melihat wanita yang lebih agresif. akhirnya lebih banyak diam dan menunggu hingga ada pria yang memilihnya.

dengan menjadikan seorang wanita sebagai tujuan, berarti seorang pria telah memutuskan untuk mencapai tujuan tersebut dengan segala cara (Selama halal dan baik) meski harus menghadapi berbagai rintangan dan ujian. tujuan akan selalu menjadi arah untuk mencapainya. seperti itukah yang diinginkannya?

namun saya berpikir kembali, seberapa besar perjuangan yang harus dilakukan? apakah dengan berdoa seperti "ya allaah, jika dia jodoh saya maka dekatkanlah.... jika dia bukan jodoh saya, maka jodohkan kami". sepertinya itu terlalu "lebay". entahlah, saya jadi bingung dibuatnya.

karena kepalang membahas wanita (padahal cinta itu tidak terbatas dengan lawan jenis) akhirnya saya jadi mengingat kembali perkataan kawan saya yang lain. dia berkata "klo ada yang mau ta'aruf, jangan langsung jawab. biarkan dia berusaha dulu". aneh memang, dia suka tapi tidak mau mengaku. dia berharap untuk diperjuangkan. semakin saya merasa memahami, semakin saya makin tidak paham

dari semua percakapan diatas, saya tidak ambil pusing soal wanita. saya malah melihat kembali kepada cinta yang lebih hakiki. jika memang cinta, perjuangkanlah. memang cara satu-satunya membuktikan rasa cinta kita adalah dengan melakukan suatu pengorbanan. akhirnya saya berpikir, jika saya mencintai Rabb saya, mencintai rasulNya, adakah perjuangan yang telah saya lakukan?

maukah saya meninggalkan kenyamanan tempat tidur untuk bangun disepertiga malam? maukah saya meninggalkan pekerjaan saya untuk datang memenuhi panggilanNya? maukah saya meninggalkan gadget saya untuk tilawah al-Qur'an? jika memang cinta, perjuangkanlah.

jika cinta satu ini, saya akan memperjuangkannya. tak perlu ditanya dua kali, tak perlu alasan seribu kali. bahkan janjiNya pasti. jika kita mencintaiNya sepenuh hati, maka apapun yang diminta oleh hambaNya akan dpenuhinya.

terima kasih kawan atas nasihatnya. saya akan memperjuangkan cinta saya. karena jika memang cinta, perjuangkanlah.

23 March 2015

Berubah itu memang aneh

Semua orang mau BERUBAH, tapi tidak semua orang mau DIUBAH
gambar : growglowgo.wordpress.com

kutipan kata dari pak Rhenald Kasali dari bukunya yang berjudul Let's Change. jika bicara soal berubah (dalam arti sikap. bukan berubah macam baja hitam RX) mungkin sudah puluhan kali saya mencoba. setiap kali berusaha memperbaiki diri (tentunya setiap orang ingin berubah menjadi lebih baik bukan?) selalu saja berakhir dengan kembali menjadi orang yang sama.

ternyata benar sebuah kalimat yang berkata "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda". karena terlalu seringnya saya gagal menjadi orang yang lebih baik, saya bosan juga akhirnya. selalu saja gagal dan akhirnya mengulangi perbuatan yang sama. saya pun sudah bosan dengan kegagalan itu.

bicara soal perubahan, memang berubah itu aneh. bukan cuma diri kita, orang lain disekitar kita pun akan merasakan keanehan atas perubahan sikap kita. saya sendiri sampai ditanya "kamu sehat?" hanya karena saya mengubah panggilan kepada kawan saya. itu baru satu perubahan tapi orang lain sudah merasa aneh. bagaimana jika sikap saya berubah 180 derajat? wah mungkin bisa dibilang gila saya. hehehe

tapi kembali teringat kalimat lain "alah bisa karena biasa". jika saya konsisten terhadap sikap saya yang baru, mereka akan terbiasa dengan sendirinya dan akan mengubah pandangannnya dengan sikap saya yang baru. jadi saya tidak perlu khawatir terhadap tanggapan kawan saya. selama saya berubah sikap menjadi lebih baik (in syaa allaah).

seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. rasanya tidak nyaman harus membungkus diri dengan lapisan yang menyelimuti diri dalam gelap. tidak makan dan hanya menggantung terbalik di batang pohon. tapi sang ulat bersabar, ia tau bahwa rasa tidak nyamannya hanyalah sebentar karena ia akan menjadi sesuatu yang lebih baik selamanya. lebih baik mengorbankan diri dengan rasa tidak nyaman selama beberapa waktu tapi akan menuai hasil untuk waktu yang lama. itulah arti dari perubahan.

ada kalimat lain yaitu "no pain no gain". tidak ada yang kita dapatkan tanpa rasa sakit. setiap hal yang ingin kita dapatkan harus dilalui dengan rasa sakit. sakit di badan, sakit di perasaan, sakit di hati dan rasa sakit lainnya yang sebenarnya sedang memperbaiki diri kita yang sakit agar menjadi pribadi yang sehat kembali. nikmati rasa sakitmu dan kamu akan dapatkan apa yang tidak orang lain rasakan sakitnya.

meninggalkan zona nyaman itu memang tidak menyenangkan. seperti setiap pagi saat bangkit dari kasur yang nyaman untuk membuka mata dan mulai kegiatan pagi, rasanya memang tidak menyenangkan tapi karena dengan bangun dari tempat tidur kita akan mendapatkan sesuatu yang baru maka kita akan terpaksa bangun dan segera bersiap. jadi sebenarnya setiap hari kita selalu dilatih untuk keluar dari zona nyaman dan ternyata kamu punya kemampuan untuk itu.

selamat berubah. menjadi pribadi yang lebih baik setidaknya untuk diri kita sendiri. :)

22 March 2015

Tempat-tempat wisata di kota Tuban part 2

awalnya kami berencana melanjutkan ke wisata pantai, tapi setelah dari goa akbar (baca kisahnya di Tempat-tempat wisata di kota Tuban part 1) saya penasaran dengan makam sunan Bonang. karena Tuban memang terkenal dengan wisata ziarah makam sunan Bonang. saya pun mengajak mas edo untuk mampir sebentar ke makam sunan Bonang.

Alun Alun Kota Tuban
keluar menuju jalan raya, parkir bis wisata sunan bonang tepat berada diseberangnya. awalnya kami pikir makamnya pun ada disitu. setelah bertanya, ternyata makamnya masih harus naik becak lagi. karena kami menggunakan motor, kami pun segera menuju ke alun-alun kota Tuban. sepanjang jalan dari parkiran bis ke alun-alun dipadati oleh para becak yang dipenuhi peziarah yang ingin berziarah ke makam sunan Bonang.

masjid agung tuban
setibanya di alun-alun, para peziarah sudah bergerak menuju makam sunan Bonang. kami pun parkir di depan masjid agung tuban. di depan halamannya terdapat payung raksasa seperti di masjid nabawi madinah namun lebih kecil. kami pun mengikuti arus peziarah yang masuk melalui jalan di samping masjid agung.
arus peziarah menuju makam
 jalan kecil ini berkelok melewati lorong sempit hingga akhirnya kami sampai di halaman kedua komplek makam sunan Bonang. ternyata kami salah pilih jalan masuk. sebenarnya ada jalan yang lebih lebar. tapi tak apalah, kami pun segera menuju halaman ketiga atau area utama makam sunan Bonang. sebelum masuk, kami diminta melepas sendal. beberapa orang menawarkan kantong plastik untuk menyimpan sendal dengan harga seikhlasnya.
halaman kedua area makam sunan Bonang
kami pun memasuki area utama melewati gapura dengan dinding yang dihias dengan keramik berkaligrafi bahasa arab. memasuki ruang makam, semakin banyak peziarah dan di ruang utama terdapat bangunan beratap yang merupakan makam dari sunan Bonang. kami hanya melihat sebentar dan kemudian segera meninggalkan area makam karena waktu semakin sore.
menuju halaman ketiga/area utama makam sunan bonang
makam sunan Bonang
kami pun bersegera menuju destinasi selanjutnya yaitu wisata pantai. kami segera meninggalkan kota tuban dan melewati jalur pantura menuju arah barat (arah utara lebih tepatnya). di tengah perjalanan tiba-tiba motor yang kami naiki terasa bergoyang yang menunjukkan bahwa ada ban yang bocor. setelah menepi dan mengecek, ternyata ban belakang motor bocor. untungnya seorang ibu mengatakan ada tempat tambal ban tak jauh di depan dari tempat kami berhenti.
mencari tempat tambal ban di jalur pantura
setelah menunggu setengah jam, akhirnya motor siap dijalankan kembali. waktu sudah menunjukkan pukul 5 lewat. semoga masih keburu untuk melihat sunset. kami pun bergegas. setelah melewati gerbang masuk PLTU, semen gresik dan holcim (sepertinya kami terlewat), saya pun bertanya ke mas Edo dan ternyata dia juga belum pernah kesana. hahaha. akhirnya saya mengecek Google Maps dan ternyata memang kami terlewat jauh.

waktu sudah pukul setengah 6 sore, berdasarkan petunjuk google maps, kami pun melaju memburu waktu. matahari di ufuk barat sudah mulai memerah.

pantai yang kami tuju bernama Pantai Meren atau lebih lengkapnya Pantai Pasir Putih Remen (e dibaca seperti pada teko). Remen merupakan nama desa tempat pantai itu berada. tempat wisata ini masih baru. belum ada papan penunjuk di pinggir jalan yang menunjukkan jalan masuk ke pantai Remen. patokannya adalah Makan Syeikh Syubakir.

jika anda dari arah tuban menuju ke lasem, setelah PLTU Tanjung Awar-Awar akan ada jalan masuk besar di sebelah kanan yang merupakan akses masuk ke Pusat Pengolahan Minyak. terdapat papan penunjuk ke makam syeikh syubakir. ikuti saja jalan terus sejauh kurang lebih 3 km hingga memasuki gerbang masuk desa Remen. ikuti jalan hingga bertemu pertigaan dengan papan penunjuk menuju Pantai Pasir Putih Remen.
akses menuju pantai pasir putih meren

aksesnya masih belum dihaluskan, masih berupa jalan tanah melewati kebun namun bisa dilewati mobil. setelah membayar tiket masuk seharga 2.000 rupiah untuk motor (kami tidak diminta biaya per orang) maka kami tiba di pesisir pantai yang terlihat dari jauh hamparan pasir putih yang indah.
Memasuki Pantai Pasir Putih Meren
mungkin karena masih baru, pantai ini masih dikelola warga setempat. kami pun tidak dilarang membawa motor hingga ke pinggir pantai. kami pun segera menyusuri ceruk (cekungan yang berisi air dikarenakan pasang) dan tiba di pinggir pasir putih yang masih sangat perawan. ada beberapa pengunjung tapi masih terlihat bersih.



 sayangnya matahari sudah menghilang di balik awan. saya hanya sempat memotret siluet menara kilang minyak di kejauhan. tapi sangat bersyukur bisa datang ke pantai yang indah seperti ini di Tuban. lain kali harus kembali di saat matahari masih terang. hehehe
sunset di pantai pasir putih meren tuban
tak lama gema adzan maghrib pun berkumandang. kami segera bergegas meninggalkan pantai dan kembali ke kota Tuban.


Tempat-tempat wisata di kota Tuban part 1

Yeah, akhirnya saya dan mas Edo bersiap mengelilingi kota Tuban dan mengunjungi beberapa tempat wisata di kota Tuban. kalau belum baca kisah bagaimana saya sampai di kota tuban, baca dulu Tuban - Kenangan yang kembali terulang.

sebelum berangkat menuju destinasi pertama, kami pun makan siang dulu. menu pertama adalah Lontong Kikil. kiosnya berada tak jauh dari GOR (Gelanggang Olah Raga) kota Tuban. porsinya tidak terlalu besar, disajikan didalam mangkok berisi potongan lontong dan sayur kikil berkuah kuning seperti kuah soto yang khas dengan kunyit.
Lontong Kikil GOR Tuban
 setelah perut kenyang, kami pun menuju destinasi pertama yaitu Goa Akbar. goa Akbar berada di tengah kota Tuban (awalnya saya tidak percaya) karena akses masuknya hanya berjarak 50 meter dari jalan raya. memang tidak tepat di tengah kota. jika menggunakan Lyn (dibaca : len. angkutan umum berupa angkot) kuning maka akan melewati jalan masuk menuju goa Akbar.

akses masuknya kecil dan hanya muat motor. jika anda menggunakan mobil atau bis, maka masuklah dari jalan lain yang agak jauh dari gapura bertuliskan goa Akbar (tanya warga sekitar). akhirnya kami sampai di gerbang masuk goa Akbar. ada cukup parkiran untuk kendaraan anda baik motor maupun mobil. kami segera menuju loket karcis goa Akbar. harga tiketnya hanya sebesar 5.000 rupiah di akhir pekan. pada hari biasa, tiket hanya seharga 4.000 rupiah! murah banget kan.
loket karcis goa akbar
gerbang masuk goa akbar
awalnya saya ragu bakal menemukan wisata yang bagus banget melihat lokasinya yang dekat kota dan juga harga masuk murah. apalagi aksesnya yang kecil (sebelum saya tau ada jalan masuk mobil). tapi ternyata saya salah. yuk disimak ada apa saja di goa Akbar.
relief di goa Akbar tentang wali songo
pertama, setelah menyerahkan karcis masuk, kami disambut sangkar burung besar disebelah kiri berisikan burung-burung yang memberikan kesan "ini bukan cuma goa doang". disebelah kanan ada dinding mural berbentuk relief berisikan kisah seputar wali songo. saya tidak terlalu menyimak secara detail kisah yang diceritakan.

sejarah singkat goa akbar

di ujung relief, terdapat monumen kecil berisikan sejarah singkat goa Akbar. jalan masuk menuju Goa berada di sebelah kanan. jalan masuknya berupa tangga menurun memasuki goa yang sudah ditata rapi dan diterangi dengan penerangan yang baik.
tangga memasuki goa akbar
wow, ternyata goanya terlihat besar dari atas sini. semakin penasaran untuk turun dan memasuki goa. saya dibuat takjub dengan jalan yang rapih dan fasilitas yang masih terlihat bagus. akhirnya saya sampai di bawah tangga. awalnya saya pikir ini hanya goa dengan ceruk besar tapi ternyata saya salah. yuk masuk lebih dalam.
memasuki goa akbar
saat melangkah masuk, ternyata jalannya memanjang memasuki goa lebih dalam. semakin jalan sepertinya semakin masuk dan tidak ada habisnya. meski terlihat berputar-putar tapi rasanya terus masuk dan semakin penasaran ada apalagi didalam.
salah satu ceruk di goa Akbar
terdapat banyak ceruk-ceruk yang memiliki nama dalam bahasa sansekerta, namun sayang tidak ada penjelasan terkait penamaan tersebut. saya pun tetap menikmati suasana goa dan jalan yang tersusun rapi dengan rel pegangan dan juga penerangan yang cukup untuk menikmati suasana goa yang lembab. pengunjung lain mulai berdatangan, namun suasana tetap tenang dan santai. beberapa jalan dipenuhi tetesan dari langit-langit goa. namun tidak terlalu banyak stalaktik yang ada di langit-langit maupun stalagmit di lantai goa.

setelah 15 menit berjalan, kami masih terus masuk ke dalam goa. kami juga menemui sumber air asli goa Akbar. jalan pun tidak hanya datar, kadang menanjak dan menurun. kadang melewati ruang kecil dan kadang memasuki ruang yang sangat besar. sangat seru dan asyik berwisata disini. saya tidak menyangka akan menemukan wisata yang bagus di kota Tuban.

di ujung perjalanan sebelum keluar goa, kita memasuki ruang goa yang besar dengan langit-langit dipenuhi kelelawar-kelewar kecil yang sedang tidur. lantai goa pun sedikit tertutupi kotoran kelelawar dengan aroma amoniak yang tidak terlalu kuat. masih bisa ditolerir oleh hidung saya. hehehe.
musholla di dalam goa akbar

saat mulai meninggalkan mulut goa, ternyata ada sebuah ceruk yang dijadikan tempat sholat. musholla di dalam goa, wah baru kali ini saya menemukan. kebetulan waktu menunjukkan waktu ashar, kami pun berinisiatif mendirikan sholat ashar disini. mushollanya cukup bersih. atapnya dihalangi dengan atap fiber agar tetesan air gua tidak menggenang di lantai musholla dan suara yang dihasilkan dari tetesan air yang menimpa atap fiber menjadi musik alam yang menemani kekhusyukan sholat disini.
tangga keluar dari goa akbar
selepas sholat ashar kami pun beranjak meninggalkan goa dan keluar melalui tangga naik menuju pintu keluar. sepanjang jalan menuju gerbang keluar, terdapat beberapa kios-kios yang menjajakan oleh-oleh khas tuban seperti baju batik, makanan dan lainnya.

setelah keluar gerbang, ternyata ada gerobak es yang menjajakan es Siwalan. awalnya saya tidak tahu siwalan itu apa (ternyata siwalan adalah nama lain dari buah lontar yang saya kenal di jakarta). segelas hanya seharga 2.500 rupiah. rasanya segar seperti es dawet.
es siwalan seharga 2.500 rupiah
setelah menyegarkan tenggorokan yang dahaga, kami pun beranjak meninggalkan goa Akbar. kesan saya setelah memasuki goa Akbar itu KEREN KEREN KEREN banget apalagi kalo rame-rame. bisa lama banget di dalam goa sibuk foto-foto :p

demikian cerita seru kami berwisata di goa akbar tuban, yuk berlanjut ke destinasi kedua di daftar tempat-tempat wisata di kota tuban part 2


Tuban - Kenangan yang kembali terulang

jalan-jalan kali ini bisa dibilang dadakan. bagaimana tidak, jum'at sore saya baru menghubungi kawan saya yang saya harap sedang bertugas di Tuban. kawan satu komunitas saya memang bekerja di PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban, namanya Edo.. tapi karena dia bekerja dengan sistem shift dan juga hari kerjanya tidak sama dengan pekerja kantoran yang libur sabtu-minggu. akhirnya saya mencoba peruntungan semoga mas Edo (walau sebenarnya dia lebih muda dari saya :p) sedang bertugas di Tuban dan tidak sedang libur dan pulang ke rumahnya di madura.

alhamdulillaah, mas Edo menjawab pesan saya dari whatsapp dan mengatakan bahwa hari sabtu bertepatan dengan dia libur pergantian shift. akhirnya setelah diskusi untuk transportasi dan akses kesana, saya pun beristirahat dan bersiap untuk berangkat sabtu pagi menuju Tuban. YEAY...... Lets Go!

sabtu pagi, saya bersegera mandi kemudian sholat subuh (tumben, biasanya mandi jam 6 :p) lalu bersiap untuk bergegas menuju terminal Terboyo Semarang. jam 5.30 pagi saya sudah duduk tenang menunggu bis Trans Semarang pertama dari terminal Mangkang menuju halte transit balaikota lalu melanjutkan lagi dengan Trans Semarang menuju terminal Terboyo. jam 6.30 saya tiba di terminal Terboyo dan segera mencari bis tujuan Semarang - Surabaya yang melewati kota Tuban. (padahal dikasih tau sama kenekny klo mw ke tuban naik jurusan ini :p).

Setelah mendapat posisi duduk yang nyaman yaitu dekat jendela dan bangku 2 seat, jam 7 tepat bis mulai bergerak meninggalkan terminal Terboyo. ternyata penumpang bis cukup ramai. belum jauh meninggalkan pintu keluar terminal, sudah banyak penumpang yang menunggu di luar terminal yang mulai naik bis dan beberapa sudah berdiri. 30 menit kemudian bis sudah memasuki jalur lingkar selatan demak menuju kudus.

harga tiket bis Patas Non AC Semarang  menuju ke kota Tuban sebesar 39 ribu rupiah. kursinya lumayan empuk, tidak terlalu keras. hawa panasnya pun tidak terlalu terasa bagi saya (secara saya ini makhluk anti AC. hahaha) dan karena supir bisnya melaju dengan ugal-ugalan. jadi saya fokus berdoa agar selamat sampe tujuan :X

estimasi perjalanan dari semarang ke tuban kurang lebih 5 - 6 jam berdasarkan informasi dari mas Edo. setelah kota kudus menuju kota pati, saya melewati kota bernama juwana. ternyata toko oleh-oleh khas semarang yaitu bandeng juwana mungkin pemiliknya berasal dari sini. memasuki kota pati, kiri kanan jalan diselingi oleh persawahan dan beberapa pasar dan perumahan penduduk.

setelah Pati, kami memasuki kota rembang yang identik dengan pria bersarung dan berkopiah hitam. sepertinya daerah Rembang terdapat banyak pesantren-pesantren di sepanjang jalan. meninggalkan rembang, bis memasuki daerah Lasem. aroma terasi dan amis ikan mulai menusuk hidung, tak lama saya pun melihat batas daratan, garis pantai yang sangat indah dipenuhi kapal-kapal kayu milik masyarakat sekitar. dari sini, jalanan seterusnya menyusuri pesisir pantai dan saya pun semakin menikmati perjalanan ini.

akhirnya jalur bis pun meninggalkan pesisir pantai. ini berarti sudah semakin dekat dengan kota Tuban (soalnya baru cek Google Maps :p). saya pun sempat melihat pabrik semen Holcim dan semen Gresik yang ternyata itu merupakan pelabuhan khusus. tak lama kemudian saya pun melihat sebuah cerobong asap bercat garis merah putih di kejauhan. itu adalah cerobong PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) Tanjung Awar-Awar. ternyata bis tiba lebih cepat dari estimasi. pukul 11.30 saya tiba di kota tuban, tepatnya terminal lama tuban (kini menjadi rest area Tuban).

SELAMAT DATANG DI KOTA TUBAN!
saya di monumen garuda tuban
terminal lama tuban (kini rest area tuban)

pesisir pantai kota tuban
eits, tunggu dulu. rasa-rasanya saya kenal dengan tempat ini. ini kan tempat saya transit ketika saya ingin berkunjung ke rumah kawan saya di daerah paciran, lamongan. ternyata dulu tahun 2012 silam (rasanya sudah lama sekali) saya sudah mengunjungi kota tuban meski sekedar transit untuk berpindah angkutan umum. ah, jadi keinget masa-masa kuliah. okeh, nanti aja mengenang masa lalunya. setibanya di terminal lama tuban, saya segera mencari angkutan umum yang disebut Lyn (dibaca : len) kuning. ini adalah satu-satunya angkutan dalam kota tuban, jadi jangan nanya nomer berapa dan tujuan apa. lyn kuning ini mengelilingi kota tuban yang terbilang kecil.
suasana kota tuban dari dalam lyn

saya akhirnya duduk manis (jangan nanya apanya yg manis) di dalam lyn menuju kostan mas Edo. sempat hujan turun sebentar namun setiba di kostan mas Edo hujan sudah berhenti. akhirnya pukul 12.30 siang saya tiba dengan selamat di kostan mas Edo. kami pun mulai menyusun rencana wisata yang akan kami datangi hari ini.

setelah istirahat sejenak, akhirnya kami sudah menyusun tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi di kota Tuban, simak ya di artikel selanjutnya Tempat-tempat wisata di kota Tuban >>>

20 March 2015

Gemukan atau Kurusan?


gambar : sidomi.com
beberapa kali saya mendapat teguran. bagi saya, ini teguran yang baik tapi bagi yang lain mungkin terdengar buruk. hehehe. di grup whatsapp, teman saya mengatakan bahwa saya terlihat gemukan setelah memposting foto terbaru saya saat wisata ke suatu tempat. padahal saya sendiri merasa tidak ada perubahan yang signifikan tapi mendengar ucapan itu saya jadi sedikit tersanjung (walau ga yakin bener).

saya menerima teguran itu sebagai semangat dan juga alasan bagi saya untuk lebih menikmati tugas saya selama di Semarang. sejak teman saya berkata bahwa saya gemukan, perasaan saya menjadi lebih baik dibanding saat awal-awal pertama di Semarang. bosan dan sepi kadang membuat saya tidak betah dan akhirnya ngomel sendiri.

semenjak teman saya berkata bahwa saya gemukan (termasuk juga putihan), nafsu makan saya tiba-tiba meningkat. sarapan pagi pun menjadi keharusan meski yang dimakan adalah makanan tradisional seperti bihun goreng dan getuk. makan siang pilihannya terbatas, jika tidak ke warung soto, kami makan siang di kantin dengan menu warung makan rumahan yang sederhana (soto ayamnya hanya seharga 2500 rupiah!).

saya tidak cepat percaya dengan perkataan teman saya, saya harus mengecek dulu dengan timbangan yang sepertinya sulit sekali menemukannya disini :(. baiklah, mari kita nikmati saja proses kehidupan ini dan dijalani dengan penuh rasa syukur.

*semoga berat saya benar-benar naik :D

17 March 2015

Belajarlah dari surat Al-Ikhlas yang tidak mengandung kata Ikhlas didalamnya


sumber : shafiqolbu.files.wordpress.com
judul kali ini cukup panjang. entah, tiba-tiba rasanya ingin mengurai satu hal yang telah lama saya ketahui. sejak saya mulai mengenal komunitas islam lebih dalam. tidak hanya sekedar majlis pengajian remaja di masjid maupun kelompok dzikir yang lebih dulu saya ikuti.

dimulai dari latar belakang hidup saya yang memang berasal dari keluarga dengan lingkungan agama yang kental, tentunya agama islam. berasal dari keluarga Betawi meski sebenarnya buyut saya berasal dari bekasi dan cikampek. tapi kakek saya dari ibu maupun bapak telah lama tinggal di jakarta. budaya betawi islam yang kental akan tahlilan dan maulidan ini mengisi masa kecil saya selama tinggal di jakarta.

selama 12 tahun, saya menempuh pendidikan di sekolah swasta yang masih memiliki hubungan kerabat. ya, sekolah ini seperti rumah keluarga besar. alasannya karena hampir semua anak dari para kerabat saya disekolahkan disini, diajarkan oleh guru yang masih ada hubungan kerabat dengan saya dan juga dibina oleh yayasan yang dimiliki oleh seorang kerabat saya juga. hebat bukan? sekolah dimana saya duduk bersebelahan dengan saudara saya, ada om saya bahkan kakek saya pun bisa satu kelas dengan saya. hehehe, membingungkan tapi saya bisa menceritakannya jika anda bertemu dengan saya langsung.

saya tumbuh di lingkungan sekolah berbasis agama. sepulang sekolah masih ada kegiatan mengaji di dekat rumah. pada hari-hari besar agama islam, kampung saya ramai dengan berbagai perayaan yang dipenuhi dengan alunan qasidah, marawis dan rebana. sehingga seperti layaknya anak yang selalu diharuskan hidup sesuai norma agama, saya pun menjadi anak yang "tidak suka macam-macam".

selepas 12 tahun masa sekolah saya hingga saya tamat SMA, barulah saya mengenal kehidupan di luar kampung. terdengar seperti anak ketinggalan zaman ya?. saya jadi teringat lagu film Si Doel yang liriknya "anak betawi.... ketinggalan jaman.... katenyee....". nah, saya merasa lagu ini menggambarkan saya betul. hehehe. saya tidak menyangkal tapi saya pun tidak menyesal. jika allaah berkehendak seperti itu.

perkenalan dengan dunia luar dimulai dari pendidikan saya di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. selama 4 tahun, saya menikmati perjalanan antara kalibata - ciputat. walau belum terlalu luas, saya mulai mengenal orang-orang dari berbagai kalangan. mulai dari anak pesantren (yang ternyata lebih gaul dari saya) hingga anak konglomerat yang tidak diperhatikan orangtuanya. seringkali saya merasa sangat terlambat mengenal dunia luar. seperti tertinggal jauh oleh mereka yang sudah merasakan sekolah di negeri, jauh dari keluarga atau sempat ikut perlombaan nasional.

kehidupan di kampus belum menjadikan saya benar-benar berani mengenal dunia luar. tak terasa selama 4 tahun saya fokus belajar tanpa sempat ikut kegiatan kemahasiswaan. pernah sesekali diajak ikut organisasi politik kampus namun saya masih awam dengan hal berbau politik. saya melihat politik adalah sebuah kelompok kejam yang mementingkan kepentingan golongannya sendiri.

memasuki dunia kerja, saya sudah memulainya sebelum saya benar-benar menyelesaikan kuliah saya. saya cukup percaya diri dengan kemampuan saya sehingga saat melamar kerja ternyata saya diterima dengan kelonggaran untuk tetap bisa menyelesaikan semester akhir kuliah saya sambil bekerja. saya sangat bersyukur dan menikmati kegiatan kerja sambil kuliah saya.

kembali ke kehidupan agama saya. hingga saya selesai kuliah, kegiatan agama saya masih berpusat di lingkungan rumah. pengajian remaja, majlis dzikir dan kegiatan-kegiatan lain yang berfokus pada kegiatan ibadah meski sebenarnya saya sendiri belum memahami benar dasar dan aturan ibadah seperti pemahaman mengenai kalimat syahadatain (dua kalimat syahadat), pemahaman tentang gerak sholat dan berbagai ilmu terkait ushuluddin (pokok agama).

saya baru menyadari bahwa di keluarga kami lebih ditekankan tentang lakukan saja ibadah yang sudah dicontohkan oleh orang-orang tua terdahulu. sehingga saya dan remaja di lingkungan saya pun memang bisa dikatakan rajin sholat dan rajin ngaji. persis seperti lagunya Si Doel. "aduh, sialan..... si Si Doel anak betawi asli.... kerjaannyee.. sembahyang mengaji.....". nah, betawi banget kan. hehehe.

kemudian saat bekerja, saya mulai membuka diri dengan kajian-kajian islam diluar lingkungan saya. mengikuti pengajian fiqih dan tauhid baik di istiqlal maupun kajian baik yang berbayar maupun sukarela. inilah momen saya mulai mengisi celah-celah kekosongan yang membutuhkan penjelasan terkait ibadah yang selama ini saya lakukan.

hingga akhirnya saya pun mengenal tentang penjelasan surah al-ikhlas. sederhana saja, ilmu tentang ikhlas dimana untuk menjadi orang yang ikhlas, belajarlah dari surat al-ikhlas dimana dalam suratnya kita tidak menemukan kata ikhlas didalamnya. ini menjadi pelajaran bahwa untuk menjadi orang yang ikhlas bukanlah orang yang sering berkata "saya ikhlas". jika ia ikhlas, maka ia akan merelakannya dan menerima sepenuh hati tanpa perlu mengatakannya.

inilah yang sedang saya coba terapkan. setelah perjalanan hidup saya dalam mempelajari agama islam. meski terkadang terasa ada rasa sesal akan terlambatnya saya dalam memahami pokok agama islam, saya pun mencoba menerimanya. tanpa harus berkata "saya ikhlas atas jalan hidup saya ini".

10 March 2015

Kebiasaan Baru

Kebiasan Baru Saya
karena belum ada rencana perjalanan, biarkan saya curhat sebentar (silahkan mas, wong ini blog sampeyan toh. hahaha). pas baca artikel ini, kalian bakalan buru-buru klik gambar diatas. penasaran sama gambar apa sich itu. pas dibuka ternyata screenshot folder yang isinya video semua. hahaha

itu adalah folder hobi saya yang baru. entah mulai dari kapan. sejak mulai muncul kebosanan terhadap sosial media yang berisi keluh kesah atau cuma nyetatus geje (gak jelas), akhirnya saya menemukan hobi baru. (apaan hobinya? nonton video? bikin video? apa jualan vcd di pasar kaget?)

sabar sabar.... klo lagi dengerin curhatan orang itu mesti sabar. namanya juga curhat. klo pendek mah namanya pantun. hahaha. oke2, jadi kebiasaan baru saya adalah mengunduh (sesuai kamus besar indonesia) video-video yang banyak di share di social media khususnya facebook.

seringkali saya nemuin video yang menyentuh, kadang lucu atau seru, keren apalagi aneh. pokoknya semua video yang menurut saya bagus bakalan saya unduh. akhirnya buka facebook jadi punya kebiasaan baru yaitu hunting video yang menarik kemudian download. mulai dari video inspirasi, iklan, musik, acara sampe video geje tapi kocak.

saat ini koleksi saya sudah mencapai 200an video lebih dan ukurannya sudah mencapai 3GB. hahaha. sepertinya akan terus bertambah seiring hobi saya yang baru. yang minat boleh sini copy sendiri. hehehe

09 March 2015

Menahan Diri

sumber : www.coretankecil.com
 kalo soal urusan menahan diri khususnya terkait pengelolaan keuangan, saya masih belum mampu untuk disiplin terkait pengaturan keuangan. selalu saja tabungan pribadi akan berakhir mendekati titik nol. hahaha. walaupun kadang bisa bertahan untuk menabung selama beberapa bulan, ujung-ujungnya akan habis kembali entah untuk apa.

tapi kemarin adalah sebuah hari yang patut saya berikan selamat bagi saya sendiri. karena saya mampu menahan diri dan mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan dan apa yang sudah saya rencanakan di awal perjalanan.

buat orang lain mungkin biasa saja. tapi setiap orang punya tantangannya masing-masing. bagi orang lain, terkait pengaturan keuangan merupakan sesuatu yang mudah. tapi bagi saya menjadi hal yang sulit. mungkin orang lain mengira masalahnya sangat sulit tapi bisa saja bagi saya itu hal yang mudah.

ujian pertama adalah ketika mengambil uang di atm. saya sudah mencatat berapa yang ingin saya ambil kemudian berapa yang ingin saya belanjakan. karena ATMnya ada di minimarket, saya selalu tergoda untuk membeli makanan atau barang yang belum tentu saya butuhkan. tapi akhirnya saya bisa menahan diri dengan hanya membeli roti untuk sarapan esok. tapi sedikit tergoda untuk membeli yogurt yang akhirnya terbeli jg (hehehe, ngeles aja).

ujian kedua adalah ketika masuk ke dalam toko buku. kalo soal buku, saya bisa lupa diri dan bisa membeli 2-3 buku yang kadang baru selesai dibaca sebulan kemudian. kadang ada yang hanya dibaca sekilas dan masuk ke rak buku (mmm, agak banyak sich. hehehe). tapi kemarin saya bisa menahan diri dan hanya mencari buku-buku yang bisa jadi daftar keinginan jika saya sudah menyelesaikan buku yang belum selesai saya baca. untungnya, novel Bulan karangan Tere Liye belum ada di toko buku. kalo sudah ada, semoga saya juga masih tetap bisa menahan diri.

ujian ketiga adalah ketika mencari kado untuk adik yang akan ultah akhir bulan maret ini (kalo ngga salah). rencananya adalah membelikannya jam tangan. entah kenapa setiap kali ingin membeli sesuatu, saya ragu untuk masuk ke outlet dan bertanya. padahal kan nanya itu ga bayar. hehehe. tapi akhirnya saya mendekati outlet dan bertanya-tanya. setelah mencari model yang cocok akhirnya saya berpindah ke outlet lain karena tidak menemukan yang cocok. di outlet kedua, barulah saya menemukan model yang cocok. meski merupakan model KW dari merek aslinya tapi cukup bagus dan semoga awet. sempat tergoda untuk membeli untuk diri sendiri tapi akhirnya bisa menahan diri.

itulah tiga ujian saya terkait pengaturan keuangan dan saya bersyukur bisa menahan diri untuk tidak bersikap arogan dan tidak disiplin terkait keuangan. semoga ini menjadi langkah awal bagi saya untuk bisa memperbaiki diri dan mampu mengelola keuangan lebih baik lagi.

aamiiin

08 March 2015

Java Mall Semarang


java mall semarang (sumber : Panoramio.com)
kayaknya agak aneh ya klo traveler reviewnya tempat kayak mall. hahaha. tapi ya itulah yang saya lakukan akhir pekan ini. setelah kemarin asik ngebolang ke jepara. hari minggu ini g ada rencana ke luar kota.

setelah pagi nyuci-nyuci baju yang menumpuk terus bersih-bersih kamar sekalian masak sarapan untuk makan siang (jam 10 baru makan) akhirnya setelah beres mandi dan sholat dzuhur saya pun beranjak meninggalkan kamar. rencana awal sich cuma mau ke minimarket buat nyetok uang tunai buat seminggu (efek dompet ilang jd males pake dompet) sekalian beli sabun cuci yang abis sama shampo.

dari mess ke jalan raya jika ditempuh dengan berjalan kaki maka akan memakan waktu 20 menit. lumayan buat olahraga. btw ini kapan review mallnya? hahaha. sabar y. ini diawali curcol sedikit (dikit koq 3 paragraph).

dari kawasan wijaya kusuma semarang, saya naik bis trans semarang jurusan mangkang - penggaron. menuju ke arah penggaron, suasana bus semarang tidak terlalu ramai. jalanan pun terasa lancar. tak berapa lama saya tiba di shelter Simpang Lima yang merupakan kawasan yang ramai dan menjadi ikon kota semarang.

saya pun transit ke jurusan pelabuhan - imam bonjol - mh thamrin yang akan melewati java mall. murah meriah karena cuma bayar 3500 bisa berkeliling semarang. bayangkan jika naik angkot. bisa 3x naik dan masing-masing 5000 rupiah! bus pun beranjak menuju semarang selatan.

tiba di java mall, kesan awalnya bahwa mall ini tidak terlalu besar. cuma 3 tingkat saja. tapi kawasan sekitaran terlihat ramai dan berjajar ruko-ruko yang menjual beraneka macam barang. menurut informasi teman saya, java mall didominasi oleh kios makanan. benar saja, saat saya masuk pun terlihat banyak outlet-outlet makanan seperti j-co, pizza hut, mcDonalds dll. di lantai juga banyak outlet. lantai tiga masih banyak ruang kosong. gramedia dan electronic city ada di lantai tiga.

setelah melihat-lihat buku di gramedia (koleksinya cukup lengkap. bagus2 bukunya), saya melanjutkan ke kios jam tangan. rencananya sich mau membeli kado bwt seseorang. hehehe. akhirnya nemu model yang bagus kemudian saya pun beranjak meninggalkan java mall. waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore.
mall paragon semarang (sumber : panoramio.com)

setelah menunggu cukup lama, akhirnya trans semarang menuju simpang lima sudah tiba. saya pun menuju ke mall paragon yang berada dekat dengan balaikota semarang. selain berencana sholat ashar disana, saya juga mau mengisi perut dengan bakmi jawa yang ada di seberang mall paragon. saya paling suka bakmi gorengnya yang rasanya menggoyang lidah.
bakmi jawa pak doel (sumber : indonesiaindah.web.id)

waktu mulai menuju pukul 5, setelah kenyang saya pun segera menuju halte trans semarang di balaikota untuk menuju ke mess menggunakan trans semarang penggaron - mangkang. dan saya tiba di gerbang masuk menuju kawasan saat adzan maghrib berkumandang. sebenarnya ada ojek tapi saya ingin berjalan kaki selain untuk berolahraga dan juga menikmati sore menuju malam.

akhirnya saya tiba di kamar mess kembali dengan oleh-oleh sabun cuci, shampo dan pewangi. hahaha. oiya tidak lupa roti buat cemilan di kamar. selamat bersiap memulai kerja esok hari guys!

07 March 2015

One day Trip Semarang - Jepara

Bismillaah....

terbangun di sabtu pagi dalam sebuah kamar mess yang berada ditengah-tengah kawasan industri wijaya kusuma mangkang - semarang. weekend di mess sama aja kayak di kuburan. sepiiii.......

setelah senam pagi mengikuti instruksi di aplikasi android hape bernama 7 minutes workout, akhirnya muncul ide dadakan pengen jalan-jalan yang agak jauh. bosen muter2in semarang. akhirnya ada ide mau ke jepara karena pintu masuk ke kepulauan karimun jawa yang menjadi salah satu destinasi impian adalah dengan menyebrang menggunakan kapal dari pelabuhan jepara.

setelah mandi dan beres-beres kamar, jam 9 pagi mulai beranjak ke halte trans semarang karpet menuju terminal terboyo dengan transit di halte balaikota. dengan tiket seharga 3500 rupiah, saya tiba di terminal di terminal terboyo pukul 9.40 pagi. masuk ke terminal, petugas trans langsung meneriakkan "jeporo...jeporo.... turun dari depan", saya pun bersegera turun dan langsung naik micro bis (seukuran metromini) yang bertuliskan Semarang - Welahan - Jepara.

bis mulai beranjak meninggalkan terminal menuju timur jawa. cuaca cerah dan panas. kemudi bis dikendalikan dengan liar dan laju bis pun terasa menyeramkan. sesekali supir bis bermanuver dengan cepat. saya sarankan bagi anda yang mudah mabuk darat untuk mempersiapkan diri karena dari berangkat hingga pulang, kedua bis dijalankan secara liar.

estimasi waktu adalah 2,5 jam. tak jauh dari terminal, kami sudah memasuki kabupaten demak namun kotanya masih jauh di depan. sesampai di pinggir kota depan, bis berbelok melalui lingkar selatan kota demak menuju jalur demak-kudus. tiba di persimpangan, bis berbelok ke arah utara menuju jepara melalui welahan. sepanjang perjalanan, tidak terlalu bagus pemandangannya. hanya sesekali area persawahan yang diselingi dengan pabrik-pabrik.

memasuki daerah welahan, mulai terlihat toko-toko kerajinan ukir karena memang kota jepara khas dengan seni ukiran kayu khas jepara. cuaca berganti menjadi gerimis dan mulai deras memasuki kota jepara. kota jepara memang tidak terlalu besar, tidak nampak bangunan-bangunan bertingkat. suasana kota dikenali dengan mulai bermunculan ruko dan toko sepanjang perjalanan dengan trotoar yang tertata rapi.

destinasi wisata saya adalah pantai kartini. selama perjalan menuju jepara, saya sempatkan browsing untuk tempat wisata di jepara. sejujurnya memang saya tidak ada persiapan matang, hanya sekedar go and fun saja. saya pun hanya membawa tas kecil berisi botol minum, buku, roti, buah dan uang cash secukupnya.

oiya, ongkos bis semarang - jepara seharga 15.000 rupiah. tapi di awal perjalanan, saya memberikan uang 20 ribu dan tidak dikembalikan. tak apalah, saya memang salah karena tidak memastikan terlebih dahulu. saya tiba di terminal jepara saat adzan dzuhur. setelah menunaikan sholat dzuhur dan jama' ashar, saya pun bertanya akses dari terminal ke pantai kartini. ternyata sebenarnya tak jauh. jika saya turun di pertigaan sebelum terminal, saya bisa berjalan ke pantai kartini sekitar 500 meter. tapi karena kepalang sudah sampai terminal dan jarak dari terminal ke pertigaan tersebut 500 meter. berarti total 1 km saya harus berjalan dari terminal ke pantai kartini. akhirnya saya memutuskan naik becak. dtawarkan harga 20.000, saya pun menawar untuk 10.000 dan setuju.

pantai kartini berada didalam taman rekreasi kartini, tiket masuknya seharga 5.000 rupiah. suasana lengang dan sepi. terasa bukan akhir pekan. setelah bertanya, ternyata pantai kartini ramai pada hari minggu, sedangkan saya datang di hari sabtu. tak apalah, saya lebih menikmati suasana sepi seperti ini.
Patung R.A Kartini di taman rekreasi kartini

pantai kartini bersebalahan dengan dermaga kapal yang menghubungkan antara jepara dengan karimun jawa. jadi jika anda hendak menyebrang ke karimun jawa, maka dermaganya berada di sebelah kiri saat anda menghadap taman rekreasi kartini. setelah melewati area parkir, dibelakang ada taman dengan patung R.A Kartini setengah badan. dari situ anda akan melihat bangunan kura-kura raksasa yang bernama Kura-Kura Ocean Park. dibangun oleh pemerintah jepara untuk menambah daya tarik kota jepara yang lebih dominan dipenuhi oleh objek wisata alam.

Kura-Kura Raksasa

Kura-Kura Ocean Park berupa pusat edukasi terkait dengan hewan laut. tiket masuknya seharga 17.500 dan lucunya adalah kembalian 500 berupa coklat koin. hahaha. jadi teringat masa kecil dengan jajanan bernama coklat koin berlapis kertas emas. di dalam bangunan berbentuk Kura-Kura (saya rasa lebih tepat dikatanya penyu) terdapat akuarium-akuarium berisikan hewan-hewan laut yang didominasi oleh ikan air asin. di bagian tengah terdapat lorong memasuki dunia bawah air yang merupakan lorong melintasi akuarium raksasa (seperti di seaworld ancol). terdapat beberapa jenis ikan termasuk hiu berukuran sedang. sayangnya tidak ada manta ray maupun ikan pari didalamnya. ular laut pun tak ada.
Pintu Masuk Kura-Kura Ocean Park
Tiket Masuk Kura-Kura Ocean Park

di lantai dua terdapat arena edukasi berisikan permainan edukasi dan juga ada bioskop mini yang memutarkan film 3D selama 20 menit. untuk menikmati film 3D, anda dikenai biaya 5.000 rupiah. terdapat 3 film yaitu film dinosaurus, roller coaster dan dunia bawah laut. sayangnya kualitas filmnya buruk sehingga kurang terasa efek 3Dnya. tapi cukup menghibur dengan biaya yang terjangkau.
Loket Masuk 3D
Tiket Masuk 3D

di area belakang juga terdapat ruang terapi ikan berupa akuarium berisi ikan-ikan kecil dimana anda memasukkan kaki anda dan menikmati sensasi geli di kaki anda saat ikan-ikan tersebut memakan mikroorganisme di kaki anda. biayanya 20.000 rupiah selama 1 jam. jika bosan di dalam ruangan, anda bis keluar ke teras berupa kaki kura-kura yang langsung menghadap ke laut.
ruang Terapi Ikan

setelah puas menikmati spot-spot menarik di kura-kura ocean park, saya menuju jembatan berbentuk setengah lingkaran yang berada di belakang kura-kura ocean park. masuk dari sebelah kanan atau kiri bangunan ocean park. anda bisa melihat laut lebih dekat melalui jembatan ini yang juga terdapat beberapa pendopo untuk duduk dan menikmati angin laut. anda juga bisa melihat aktivitas warga setempat yang sedang memancing di tengah laut yang hanya sedalam dada orang dewasa. ada juga anak muda yang memancing menggunakan senapan dengan tombak kecil diujungnya.
Foto dari Jembatan

tak jauh dari jembatan terdapat dermaga kecil dengan beberapa perahu tertambat yang menawarkan jasa transportasi ke pulau panjang yang terlihat dari pantai kartini. pulau panjang memiliki pantai berpasir yang lebih bersih ketimbang pantai kartini yang berupa karang. berjarak hanya 15 menit menggunakan perahu. ongkos pulang pergi seharga 15.000 per orang dan satu kapal bisa menampung 35 orang penumpang.
Area Dermaga Kapal Menuju Pulau Panjang

jika anda berencana menginap, terdapat beberapa homestay di pantai kartini. ada samudra hotel, kota baru home stay dan lainnya. saya menyempatkan mampir ke kota baru home stay dan mendapat info untuk kamar Non AC seharga 110.000 bisa diisi untuk 2 orang, kamar AC seharga 165.000 dan kamar AC dengan kamar mandi di dalam seharga 185.000. harga berlaku sama baik hari kerja maupun akhir pekan.
Ikon Pantai Kartini

setelah 2 jam berkeliling pantai kartini. sebelum pulang, saya sempatkan berfoto di icon pantai kartini dan beranjak kembali ke terminal jepara. pukul 15.00 saya sudah berada di bis menuju semarang. pukul 17.00 saya tiba di terminal terboyo dan segera mengejar trans semarang untuk kembali ke daerah mangkang karena trans semarang hanya beroperasi hingga pukul 18.00.

beberapa hal yang harus disiapkan jika anda ingin berwisata ke kawasan pantai kartini, jepara :
  1. siapkan uang tunai. di terminal jepara dan pantai kartini tidak tersedia atm sehingga anda perlu menyiapkan uang tunai sebelumnya. sesuaikan dengan budget kebutuhan anda selama disana.
  2. jika anda menggunakan bis semarang, minta diturunkan di pertigaan pantai kartini. berjalanlah lurus sesuai petunjuk. selama tidak hujan, jaraknya tidak terlalu jauh. hemat budget anda.
  3. jika anda ingin berenang, sebaiknya menyeberang ke pulau panjang karena pantainya berpasir dan lebih bersih.

pengeluaran selama perjalanan :
  • tiket trans semarang PP 7.000
  • ongkos bis semarang - jepara PP 30.000
  • ongkos becak terminal jepara - pantai kartini PP 30.000
  • tiket masuk taman rekreasi kartini 5.000
  • tiket masuk kura-kura Ocean Park 17.500
  • tiket masuk theatre 3D 5.000
total :  94.500 Rupiah (tidak termasuk pengeluaran pribadi untuk makan dan toilet).

selamat berpetualang kawan. terima kasih sudah menyempatkan membaca cerita perjalanan sehari saya. tunggu cerita lainnya disini :)