Pages

Ads 468x60px

22 March 2015

Tempat-tempat wisata di kota Tuban part 2

awalnya kami berencana melanjutkan ke wisata pantai, tapi setelah dari goa akbar (baca kisahnya di Tempat-tempat wisata di kota Tuban part 1) saya penasaran dengan makam sunan Bonang. karena Tuban memang terkenal dengan wisata ziarah makam sunan Bonang. saya pun mengajak mas edo untuk mampir sebentar ke makam sunan Bonang.

Alun Alun Kota Tuban
keluar menuju jalan raya, parkir bis wisata sunan bonang tepat berada diseberangnya. awalnya kami pikir makamnya pun ada disitu. setelah bertanya, ternyata makamnya masih harus naik becak lagi. karena kami menggunakan motor, kami pun segera menuju ke alun-alun kota Tuban. sepanjang jalan dari parkiran bis ke alun-alun dipadati oleh para becak yang dipenuhi peziarah yang ingin berziarah ke makam sunan Bonang.

masjid agung tuban
setibanya di alun-alun, para peziarah sudah bergerak menuju makam sunan Bonang. kami pun parkir di depan masjid agung tuban. di depan halamannya terdapat payung raksasa seperti di masjid nabawi madinah namun lebih kecil. kami pun mengikuti arus peziarah yang masuk melalui jalan di samping masjid agung.
arus peziarah menuju makam
 jalan kecil ini berkelok melewati lorong sempit hingga akhirnya kami sampai di halaman kedua komplek makam sunan Bonang. ternyata kami salah pilih jalan masuk. sebenarnya ada jalan yang lebih lebar. tapi tak apalah, kami pun segera menuju halaman ketiga atau area utama makam sunan Bonang. sebelum masuk, kami diminta melepas sendal. beberapa orang menawarkan kantong plastik untuk menyimpan sendal dengan harga seikhlasnya.
halaman kedua area makam sunan Bonang
kami pun memasuki area utama melewati gapura dengan dinding yang dihias dengan keramik berkaligrafi bahasa arab. memasuki ruang makam, semakin banyak peziarah dan di ruang utama terdapat bangunan beratap yang merupakan makam dari sunan Bonang. kami hanya melihat sebentar dan kemudian segera meninggalkan area makam karena waktu semakin sore.
menuju halaman ketiga/area utama makam sunan bonang
makam sunan Bonang
kami pun bersegera menuju destinasi selanjutnya yaitu wisata pantai. kami segera meninggalkan kota tuban dan melewati jalur pantura menuju arah barat (arah utara lebih tepatnya). di tengah perjalanan tiba-tiba motor yang kami naiki terasa bergoyang yang menunjukkan bahwa ada ban yang bocor. setelah menepi dan mengecek, ternyata ban belakang motor bocor. untungnya seorang ibu mengatakan ada tempat tambal ban tak jauh di depan dari tempat kami berhenti.
mencari tempat tambal ban di jalur pantura
setelah menunggu setengah jam, akhirnya motor siap dijalankan kembali. waktu sudah menunjukkan pukul 5 lewat. semoga masih keburu untuk melihat sunset. kami pun bergegas. setelah melewati gerbang masuk PLTU, semen gresik dan holcim (sepertinya kami terlewat), saya pun bertanya ke mas Edo dan ternyata dia juga belum pernah kesana. hahaha. akhirnya saya mengecek Google Maps dan ternyata memang kami terlewat jauh.

waktu sudah pukul setengah 6 sore, berdasarkan petunjuk google maps, kami pun melaju memburu waktu. matahari di ufuk barat sudah mulai memerah.

pantai yang kami tuju bernama Pantai Meren atau lebih lengkapnya Pantai Pasir Putih Remen (e dibaca seperti pada teko). Remen merupakan nama desa tempat pantai itu berada. tempat wisata ini masih baru. belum ada papan penunjuk di pinggir jalan yang menunjukkan jalan masuk ke pantai Remen. patokannya adalah Makan Syeikh Syubakir.

jika anda dari arah tuban menuju ke lasem, setelah PLTU Tanjung Awar-Awar akan ada jalan masuk besar di sebelah kanan yang merupakan akses masuk ke Pusat Pengolahan Minyak. terdapat papan penunjuk ke makam syeikh syubakir. ikuti saja jalan terus sejauh kurang lebih 3 km hingga memasuki gerbang masuk desa Remen. ikuti jalan hingga bertemu pertigaan dengan papan penunjuk menuju Pantai Pasir Putih Remen.
akses menuju pantai pasir putih meren

aksesnya masih belum dihaluskan, masih berupa jalan tanah melewati kebun namun bisa dilewati mobil. setelah membayar tiket masuk seharga 2.000 rupiah untuk motor (kami tidak diminta biaya per orang) maka kami tiba di pesisir pantai yang terlihat dari jauh hamparan pasir putih yang indah.
Memasuki Pantai Pasir Putih Meren
mungkin karena masih baru, pantai ini masih dikelola warga setempat. kami pun tidak dilarang membawa motor hingga ke pinggir pantai. kami pun segera menyusuri ceruk (cekungan yang berisi air dikarenakan pasang) dan tiba di pinggir pasir putih yang masih sangat perawan. ada beberapa pengunjung tapi masih terlihat bersih.



 sayangnya matahari sudah menghilang di balik awan. saya hanya sempat memotret siluet menara kilang minyak di kejauhan. tapi sangat bersyukur bisa datang ke pantai yang indah seperti ini di Tuban. lain kali harus kembali di saat matahari masih terang. hehehe
sunset di pantai pasir putih meren tuban
tak lama gema adzan maghrib pun berkumandang. kami segera bergegas meninggalkan pantai dan kembali ke kota Tuban.


0 comments:

Post a Comment