Pages

Ads 468x60px

13 April 2015

Nonton Bareng - Guru Bangsa Tjokroaminoto

gambar : filmbioskopterbaru.com
ahad lalu (12/04/2015), saya meluangkan waktu untuk menonton salah satu film biografi terbaru yang mengangkat kisah dari seorang guru bangsa yaitu bapak Tjokcroaminoto yang merupakan ketua dari organisasi Sarikat Islam.

kebetulan saat ini saya berada di Semarang dan hanya ada dua bioskop di kota semarang ini yaitu di Mall Paragon dan Citra Mall Semarang. film tersebut hanya ada di XXI Citra mall, maka saya segera menuju ke kawasan simpang lima semarang.

sesampai di bioskop, terlihat antrian yang mengular sampai keluar bioskop, ternyata itu adalah antrian yang ingin menonton Fast and Furious 7. saya sendiri tidak terlalu berminat menonton film tersebut. alhamdulillaah, disediakan antrian khusus bagi yang ingin menonton film lain sehingga tidak perlu ikut mengantri antrian tersebut.

setelah mendapatkan tiket untuk jadwal pukul 12.00, saya pun menyempatkan berkeliling untuk menunggu jadwal pemutaran film. masih satu jam lagi sebelum film dimulai. antrian FF7 masih cukup panjang.

setelah sholat dzuhur yang lokasi mushollanya sangat strategis yaitu berada masih dalam satu lantai dengan XXI, saya pun bergegas untuk masuk ke studio 2. studio tidak terlihat ramai tapi cukup banyak yang menyukai film bergenre biografi ini. saya pun memilih bangku B8 yang berada di dekat lorong.

film pun dimulai, cerita berawal di penjara kalisosok surabaya. bapak tjokroaminoto sedang dalam interogasi dari pihak belanda. cerita pun berlanjut ke kisah kecil bapak tjokroaminoto saat belajar di sekolah belanda.

sejak kecil, sosok seorang tjokroaminoto terlihat cerdas dan pandai dalam berbicara. memiliki banyak pengetahuan di berbagai bidang khususnya masyarakat. saat bekerja, pak tjokroaminoto juga merupakan seseorang yang mengayomi dan peduli dengan orang kecil.

setelah menikah, pak tjokroaminoto kembali teringat dengan pesan gurunya diwaktu ia mengaji di masa kecil. sebuah pesan tentang Hijrah, proses berpindah dari tempat yang buruk ke tempat yang lebih baik. akhirnya pak tjokroaminoto memutuskan meninggalkan istrinya dirumah orangtuanya dan berangkat menuju semarang untuk mencari jawaban atas kegundahan hatinya.

di semarang, pak tjokroaminoto disarankan untuk pergi ke surabaya untuk mendapat jawaban yang lebih baik tentang kegundahan hatinya. di surabaya, pak tjokroaminoto akhirnya ditemui oleh perwakilan dari organisasi Sarikat Dagang Islam yang merupakan nama organisasi sebelum berubah menjadi Sarikat Islam.

pak tjokroaminoto diminta untuk menjadi ketua organisasi Sarikat Dagang Islam cabang surabaya dikarenakan organisasi yang berada di semarang dibekukan oleh belanda. dengan kepemimpinan baru dari bapak Tjokroaminoto, Sarikat Dagang Islam diubah namanya menjadi Sarikat Islam. beliau kemudian meluaskan organisasi tersebut dan membuka cabang mulai dari pekalongan, cirebon dan seterusnya hingga menjangkau ke berbagai daerah.

alur cerita di film ini terasa kurang mengalir. satu-satunya cara mengikuti alur cerita adalah dari caption lokasi dan tahun yang dmunculkan ketika perpindahan cerita. jalan cerita yang kadang maju mundur ini membuat saya sendiri tidak bisa menangkap cerita secara keseluruhan. saya menikmati cerita disetiap potongan kisahnya namun tidak bisa mengikuti cerita secara keseluruhan.

beberapa selingan cerita yang menghibur cukup menghilangkan kesan monoton. pesan-pesan tersembunyi pun diselipkan sebagai pengingat keadaan negara saat ini. seperti ketika adegan seorang penjual kursi yang mengatakan akan banyak orang-orang yang akan berebutan kursi. sedikit menyentil keadaan pemerintah saat ini.

untuk kualitas para pemain peran, saya kurang merasakan sosok kehebatan dari seorang pak tjokroaminoto. tidak seperti ketika saya menonton film Sang Kiai atau Sang Pencerah yang sangat memiliki karakter kuat di film tersebut.

kurang lebih, film tjokroaminoto ini menjadi salah satu sumber informasi sejarah yang sangat membantu kita dalam mengenal para tokoh-tokoh bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan indonesia. saya ucapkan terima kasih bagi orang-orang yang telah mewujudkan film ini sehingga bisa mengenalkan seorang tokoh hebat lagi di indonesia.

Semarang, 13 April 2015
Zuhri Utama

0 comments:

Post a Comment