Pages

Ads 468x60px

13 April 2015

Nonton Bareng - Guru Bangsa Tjokroaminoto

gambar : filmbioskopterbaru.com
ahad lalu (12/04/2015), saya meluangkan waktu untuk menonton salah satu film biografi terbaru yang mengangkat kisah dari seorang guru bangsa yaitu bapak Tjokcroaminoto yang merupakan ketua dari organisasi Sarikat Islam.

kebetulan saat ini saya berada di Semarang dan hanya ada dua bioskop di kota semarang ini yaitu di Mall Paragon dan Citra Mall Semarang. film tersebut hanya ada di XXI Citra mall, maka saya segera menuju ke kawasan simpang lima semarang.

sesampai di bioskop, terlihat antrian yang mengular sampai keluar bioskop, ternyata itu adalah antrian yang ingin menonton Fast and Furious 7. saya sendiri tidak terlalu berminat menonton film tersebut. alhamdulillaah, disediakan antrian khusus bagi yang ingin menonton film lain sehingga tidak perlu ikut mengantri antrian tersebut.

setelah mendapatkan tiket untuk jadwal pukul 12.00, saya pun menyempatkan berkeliling untuk menunggu jadwal pemutaran film. masih satu jam lagi sebelum film dimulai. antrian FF7 masih cukup panjang.

setelah sholat dzuhur yang lokasi mushollanya sangat strategis yaitu berada masih dalam satu lantai dengan XXI, saya pun bergegas untuk masuk ke studio 2. studio tidak terlihat ramai tapi cukup banyak yang menyukai film bergenre biografi ini. saya pun memilih bangku B8 yang berada di dekat lorong.

film pun dimulai, cerita berawal di penjara kalisosok surabaya. bapak tjokroaminoto sedang dalam interogasi dari pihak belanda. cerita pun berlanjut ke kisah kecil bapak tjokroaminoto saat belajar di sekolah belanda.

sejak kecil, sosok seorang tjokroaminoto terlihat cerdas dan pandai dalam berbicara. memiliki banyak pengetahuan di berbagai bidang khususnya masyarakat. saat bekerja, pak tjokroaminoto juga merupakan seseorang yang mengayomi dan peduli dengan orang kecil.

setelah menikah, pak tjokroaminoto kembali teringat dengan pesan gurunya diwaktu ia mengaji di masa kecil. sebuah pesan tentang Hijrah, proses berpindah dari tempat yang buruk ke tempat yang lebih baik. akhirnya pak tjokroaminoto memutuskan meninggalkan istrinya dirumah orangtuanya dan berangkat menuju semarang untuk mencari jawaban atas kegundahan hatinya.

di semarang, pak tjokroaminoto disarankan untuk pergi ke surabaya untuk mendapat jawaban yang lebih baik tentang kegundahan hatinya. di surabaya, pak tjokroaminoto akhirnya ditemui oleh perwakilan dari organisasi Sarikat Dagang Islam yang merupakan nama organisasi sebelum berubah menjadi Sarikat Islam.

pak tjokroaminoto diminta untuk menjadi ketua organisasi Sarikat Dagang Islam cabang surabaya dikarenakan organisasi yang berada di semarang dibekukan oleh belanda. dengan kepemimpinan baru dari bapak Tjokroaminoto, Sarikat Dagang Islam diubah namanya menjadi Sarikat Islam. beliau kemudian meluaskan organisasi tersebut dan membuka cabang mulai dari pekalongan, cirebon dan seterusnya hingga menjangkau ke berbagai daerah.

alur cerita di film ini terasa kurang mengalir. satu-satunya cara mengikuti alur cerita adalah dari caption lokasi dan tahun yang dmunculkan ketika perpindahan cerita. jalan cerita yang kadang maju mundur ini membuat saya sendiri tidak bisa menangkap cerita secara keseluruhan. saya menikmati cerita disetiap potongan kisahnya namun tidak bisa mengikuti cerita secara keseluruhan.

beberapa selingan cerita yang menghibur cukup menghilangkan kesan monoton. pesan-pesan tersembunyi pun diselipkan sebagai pengingat keadaan negara saat ini. seperti ketika adegan seorang penjual kursi yang mengatakan akan banyak orang-orang yang akan berebutan kursi. sedikit menyentil keadaan pemerintah saat ini.

untuk kualitas para pemain peran, saya kurang merasakan sosok kehebatan dari seorang pak tjokroaminoto. tidak seperti ketika saya menonton film Sang Kiai atau Sang Pencerah yang sangat memiliki karakter kuat di film tersebut.

kurang lebih, film tjokroaminoto ini menjadi salah satu sumber informasi sejarah yang sangat membantu kita dalam mengenal para tokoh-tokoh bangsa dalam mewujudkan kemerdekaan indonesia. saya ucapkan terima kasih bagi orang-orang yang telah mewujudkan film ini sehingga bisa mengenalkan seorang tokoh hebat lagi di indonesia.

Semarang, 13 April 2015
Zuhri Utama

09 April 2015

3 penyakit yang ada pada setiap manusia

gambar : infokesehatantubuh.com
Bismillaah. saya mw share ceramah di acara arisan keluarga ahad lalu, seorang ustadz menyampaikan sebuah hadits yang menjelaskan bahwa pada setiap manusia, memiliki 3 penyakit ini. apakah penyakit itu?

1. azh-zhon. prasangka.
setiap diri kita pasti pernah memiliki prasangka terhadap siapapun, bahkan kepada tuhannya. prasangka ini ada yang baik dan ada yang buruk. nah, berhati-hatilah jika kita memiliki prasangka buruk di dalam hati kita. karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa. jadi hati2 dalam berprasangka.
2. ath-thoir. mengganggap sial terhadap sesuatu
penyakit kedua itu adalah ath-thoir yaitu menganggap sial terhadap sesuatu. baik itu makhluk hidup atau mati. misalnya klo hari senin pake baju kotak-kotak bakalan sial. trus tiba-tiba dia jatuh pas pake baju kotak2, nah ini namanya ath-thoir. maka hati-hatilah dengan penyakit ini.
3. hasad atau dengki
hasad adalah perasaan berharap yang dimiliki oleh orang lain itu pindah kepada dirinya atau minimal hilang nikmat itu dari orang tsb. oleh karena itu kita diminta untuk berhati-hati dengan penyakit ini. setiap orang memiliki jatah rezekinya masing2. tidak akan meleset rezeki seseorang jika sudah ditentukan atasnya.
sang ustadz bercerita ada sebuah kisah betapa hasad itu bisa muncul kapan saja. ceritanya seperti ini.

suatu ketika, seorang penjual salak sedang berkeliling menawarkan dagangannya. ia pun tiba di sebuah kompleks yang bertuliskan "penjual/pedagang tidak diperbolehkan masuk dan berjualan di area kompleks". tapi sang penjual salak tetap masuk dan menawarkan dagangannya. tiba-tiba ia terpergok oleh satpam kompleks yang kemudian membawa sang penjual salak ke pos keamanan.
sang satpam pun berinisiatif untuk memberikan hukuman agar penjual salak ini jera. akhirnya sang satpam menghukumnya dengan memasukkan buah salak tersebut ke (maaf) lubang pantat sang penjual salak. satu salak masuk, sang penjual meringis menahan sakit. salak kedua pun masuk dan sang penjual menangis meronta-ronta. ketiga salak ketiga dimasukkan, sang penjual malah tertawa terbahak-bahak. sang satpam pun bertanya "kenapa ketika salak pertama dan kedua kamu berteriak tapi saat salak ketiga kamu malah tertawa?". sang penjual salak pun tetap tertawa terbahak2 sambil menunjuk ke arah gerbang masuk kompleks.

sang satpam pun menengok dan melihat penjual duren masuk ke kompleks dan mulai berjualan.

mungkin ceritanya agak lebay. tapi begitulah hasad/dengki. selain berharap nikmat seseorang pindah pada dirinya. hasad juga bisa berupa perasaan agar penderitaannya pindah kepada orang lain. maka berhati-hatilah dengan penyakit hasad
lalu adakah obat bagi ketiga penyakit itu? rasulullaah saw ternyata memberikan obat atas penyakit tersebut. apakah obat itu?

1. obat dari azh-zhon/prasangka adalah jangan diungkapkan. jika kita memiliki prasangka, jangan lah diungkapkan. cukup itu ada di diri kita. jika prasangka itu buruk, jadikanlah prasangka itu sebagai sikap waspada untuk mencari kebenarannya.

2. obat dari ath-thoir adalah lanjutkan saja. jika kita merasa sial terhadap suatu hal, maka lanjutkan saja. jika pake baju kotak-kotak di hari senin membuat sial. lanjutkan saja memakainya. jika bersama fulan bisa bikin sial, lanjutkan saja pertemanannya.

3. obat dari hasad adalah jangan dituruti. jika kita merasa dengki terhadap seseorang. jangan dituruti. kita memang sulit untuk tidak merasa dengki tapi janganlah rasa dengki itu membuat kita menjadi benci terhadap seseorang. karena jika sudah dengki dengan seseorang, meski dia wangi pasti kita akan selalu merasa bau di dekatnya. jika dia cantik/ganteng, pasti kita selalu menganggap dia jelek di mata kita. jika dia cerdas, pasti kita selalu menganggap dia bodoh. itulah dengki.

sekian sharing dari ceramah singkat di acara arisan keluarga ahad lalu. semoga bermanfaat.

08 April 2015

hikmah dari sebuah SIM yang Hilang

kantor SATPAS daan mogot (gambar : rmol.co)

pada hari senin lalu (06/04/2015), saya harus mengurus SIM (surat izin mengemudi) C saya yang hilang. kejadiannya saat saya sedang berada di Semarang. kronologisnya saat itu saya sedang mengendarai motor. karena saya menggunakan celana pendek yang longgar, dompet yang berada di kantong belakang pun entah loncat di suatu tempat saat saya berkendara di jalan yang kurang mulus.

akhirnya saya harus mengurus SIM C saya kembali agar bisa lebih tenang saat berkendara di jalan. awalnya saya ragu karena saya tidak memiliki fotokopi SIM yang hilang dan tidak ada catatan sama sekali terkait nomor SIM saya.

awalnya saya berusaha mencari informasi tentang agen jasa yang bisa mengurus SIM hilang. maklum, pengalaman saat pertama kali membuat SIM yang mau tidak mau harus menggunakan jasa calo karena saya sudah mencoba dua kali proses pembuatan SIM secara normal tapi selalu gagal saat uji praktek.

saya mengakui bahwa saya membuat SIM melalui calo. sehingga saya agak ragu apakah SIM saya bisa diterbitkan ulang tanpa harus melalui proses uji kembali. sehingga saya berjaga-jaga dengan mencari penyedia jasa pengurusan SIM jika memang tidak bisa diterbitkan tanpa membawa fotokopi SIM saya yang hilang.

saya pun berangkat di awal pagi bersama dengan adik saya. niatnya adalah memberikan dia pengalaman untuk mengurus SIM jika suatu saat dia ingin mengurus SIM. dalam perjalanan saya berpikir, jika saya mengurus SIM melalui calo berarti saya sedang mengajarkan adik saya sesuatu yang buruk. saya pun berdoa semoga Allaah berikan jalan agar saya bisa mengurus tanpa melalui calo.

setiba di SATPAS (Satuan Pelaksana Administrasi SIM) Jakarta Barat yang merupakan pusat pembuatan SIM bagi warga jakarta. terlihat banyak perubahan, lokasi parkir lebih tersusun rapi. saya pun segera memarkir kendaraan motor saya. kami menuju ke gedung utama namun setiba di depan pintu sudah terdapat petugas yang menjaga.

ternyata yang boleh masuk ke dalam gedung hanya orang yang akan mengurus SIM dengan bukti surat cek kesehatan. saya diminta mengecek kesehatan mata di klinik yang berada di gedung dekat lokasi parkir.

setelah membayar sebesar 25ribu, saya pun menuju ke dalam suatu ruangan untuk mengecek mata saya. tes kesehatannya tidak terlalu detail. sekedar melihat susunan huruf berukuran kecil di layar di depan untuk mengetahui bahwa mata kita masih cukup bagus melihat dalam jarak tertentu.

setelah mendapat surat cek kesehatan, saya pun menuju ke gedung utama kembali. saya pun mendapat sebuah stripband (gelang kain) setelah menunjukkan surat cek kesehatan. adik saya tidak bisa ikut ke dalam karena dia tidak mengurus SIM, saya pun menyuruhnya menunggu di kantin.

memasuki lobi gedung utama, saya pun diarahkan untuk membayar biaya pengurusan SIM sebesar 75ribu untuk SIM C sedangkan untuk SIM A dan B sebesar 80ribu. pembayaran di lakukan di counter bank BRI yang berada didalam gedung. setelah mendapat bukti pembayaran, saya menuju ke loket registrasi untuk mendapatkan formulir.

setelah mengisi formulir sesuai data yang dibutuhkan, saya pun sudah bisa memasuki ruang lebih dalam melalui pintu khusus yang dijaga oleh petugas. ternyata saya tidak perlu membuat SIM baru meski tidak ada fotokopi SIM lama saya yang hilang. saya diarahkan menuju lantai 2 ruang Arsip untuk mengecek data saya apakah benar pernah memiliki SIM atau tidak.

setelah menyerahkan formulir ke loket arsip, saya diminta menunggu karena petugas sedang mengecek data saya di database pusat. setelah 10 menit, nama saya pun dipanggil dan diarahkan menuju loket 18 di lantai 1. di loket 18B khusus untuk pengurusan SIM hilang sedangkan loket 18A untuk pengurusan SIM baru.

selesai diperiksa, saya diminta menuju loket 25/26 untuk proses foto ulang. ternyata belum ada petugas sama sekali di kedua ruang tersebut. akhirnya saya dan beberapa orang yang juga sedang mengurus sim hilang menunggu di loket/ruang 26. sampai saat ini, saya hanya menghabiskan waktu 30 menit dari pertama masuk sampai sesi pemotretan.

setelah menunggu sebentar, seorang petugas masuk dan memanggil kami satu persatu sesuai urutan formulir yang kami letakkan di keranjang kecil. tak lama saya pun sudah selesai foto. saya pun diarahkan menuju loket 32 untuk mengambil SIM baru saya yang sudah dicetak ulang.

setelah menyerahkan formulir, saya pun sudah mendapat SIM C saya yang baru tanpa ada proses yang menyulitkan. semuanya berjalan lancar tanpa ada uang pelicin ataupun kesulitan lainnya. saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi untuk SATPAS yang telah memberikan kemudahan proses dan membersihkan dari para calo yang menganggu.

akhirnya saya pun pulang dengan rasa puas. semoga peningkatan pelayanan ini diikuti oleh kantor-kantor pemerintahan lainnya.

07 April 2015

Bis Mania.... MANTAP!


suasana pool bis akap lebak bulus
beberapa saat lalu, saya mulai menjadi seorang bis mania sejak moment kehilangan dompet saya di Semarang sehingga seluruh identitas saya hilang. saya pun harus kembali ke jakarta untuk mengurus berbagai kartu identitas seperti KTP, SIM dan kartu ATM.

dikarenakan tidak ada kartu identitas yang tersisa, saya tidak bisa kembali menggunakan moda transportasi seperti pesawat dan kereta dimana mereka membutuhkan kartu identitas asli semacam KTP atau SIM. akhirnya saya menggunakan Bis sebagai transportasi alternatif yang tidak membutuhkan kartu identitas.

PO (perusahaan penyedia jasa transportasi) pertama yang saya gunakan adalah PO Ramayana dengan tujuan Magelang - Jakarta (Lebak Bulus). waktu itu saya menyerahkan pilihan bis kepada teman saya di Magelang karena saya masih awam dengan tranportasi bis. harganya 140ribu untuk VIP dengan fasilitas Reclining Seat (bahasa marketing yang artinya space untuk kaki lega), selimut, dan toilet.

saya teringat jaman ketika saya masih sekolah dengan bis sekelas ekonomi ac dengan kursi yang mepet dan keras. tanpa toilet sehingga bagi saya yang punya sistem pengeluaran cairan tubuh yang cepat sehingga perlu sering ke toilet. maka jika sudah naik bis jarak jauh, saya akan tersiksa dengan kegiatan menahan pipis hingga pemberhentian tiba.

dengan fasilitas toilet, setidaknya saya jadi merasa tenang. perjalanan magelang - jakarta sekitar 13 jam. dari jam 5 sore dari terminal magelang hingga tiba di terminal lebak bulus jakarta sekitar pukul 6 pagi. cukup melelahkan mesti tidak masih cukup nyaman karena kursi empuk dan selimut yang cukup menahan udara dingin dari AC bis yang sangat kuat.

PO kedua yang saya gunakan adalah PO Rosalia Indah. saya naik dari terminal lebak bulus menuju semarang. kelas yang saya pilih adalah kelas Eksekutif seharga 185 ribu dengan fasilitas reclining seat, selimut, bantal, toilet dan makan 1x. terasa lebih nyaman dibanding bis pertama. perjalanan dari Jakarta berangkat jam 4 sore dan tiba di Semarang sekitar pukul 1 pagi. lebih cepat karena memang bis dikemudikan dengan kecepatan tinggi oleh pak supir.

PO ketiga yang saya gunakan adalah PO Nusantara. saat libur panjang tiba (tanggal 3 april 2015 kemarin), saya belum sempat memesan bis untuk ke jakarta. ketika saya tiba di PO Rosalia Indah ternyata seluruh armada bis penuh. saya pun mencoba peruntungan di PO Nusantara yang poolnya tidak jauh dari situ. alhamdulillaah, saya mendapat kelas eksekutif seharga 195 ribu. cukup mahal, tapi karena tidak ada yang lain, saya pun mengambil juga.

Fasilitas tidak jauh berbeda dengan Rosalia Indah. berangkat dari semarang jam 9 malam dan tiba di jakarta sekitar jam setengah 6 pagi. sebenarnya bisa lebih cepat jika tidak terjadi kemacetan panjang di area Simpang Jomin di daerah Cikampek. daerah ini memang sudah terkenal akan kemacetan jika menghadapi libur panjang.

PO terakhir yang baru saja saya naiki adalah PO Jaya. ketika saya harus kembali dari jakarta karena libur panjang telah usai. bahkan saya extend satu hari di hari senin karena harus mengurus SIM yang hilang (tunggu cerita saya y...). ketika saya mencoba mencari tiket di PO Rosalia Indah ternyata sudah habis. saya pun berpindah ke loket sebelah bertuliskan PO. Jaya. terdengar asing namun karena mau tidak mau harus kembali, saya pun bertanya seputar harga.

PO Jaya menawarkan harga 185 ribu untuk VIP padahal saya bisa mendapatkan kelas Eksekutif dengan nominal sama di PO Rosalia Indah. saya pun menawar dan diberikan harga 165 ribu untuk kelas VIP. saya pun meminta bangku agak di depan dan diberikan bangku 4D dekat dengan jendela. bis berangkat dari pool lebak bulus sekitar jam 2 kata petugas loket.

setelah bersiap dan sholat dzuhur dan jamak ashar di rumah, sekitar pukul 1 siang saya pun berangkat menuju lebak bulus dari rumah. estimasi tiba sebelum jam 2. saat hampir tiba, saya mendapat sms konfirmasi posisi saya dari PO Jaya. "wah, bagus juga ada konfirmasi seperti ini" pikir saya. setiba di pool, saya langsung menyerahkan tiket ke loket untuk mendapatkan info bis untuk hari ini.

ternyata saya dipindahkan ke bangku 4B. saya baru menyadari ketika saya duduk di bangku 4D dan ternyata ada sepasang suami istri mengisi bangku tersebut. saya menunjukkan tiket yang ternyata sudah diubah ke bangku 4B. saya pun mengalah.

setelah menunggu cukup lama (awalnya saya pikir akan berangkat jam 2 siang), ternyata bis baru berangkat jam 3 lewat. sedikit kesal karena sudah menunggu sejam di bis. bis pun melaju lambat dan sempat berhenti di pintu masuk tol pondok indah entah menunggu apa.

bis mengarah ke terminal rawamangun setelah melewati kemacetan tol di sore hari dikarenakan hari kerja. tiba di rawamangun sudah sangat sore. setelah berhenti cukup lama untuk menaikkan penumpang, bis melaju kembali dengan lambat melewati jalan pada jam sibuk di sore hari saat para pekerja pulang ke rumah. memasuki pintu tol dari arah cakung pada jam setengah 6 sore.

saya sudah merasakan ketidaknyamanan dengan cara kerja bis yang masih sibuk mencari penumpang di sepanjang perjalanan. jalan tol pun sempat macet memasuki pintu tol cikampek hingga keluar pintu tol. jalur Pantura terasa padat. mungkin karena baru pertama kali naik bis di hari kerja dan saya belum mengetahui kondisi jalan saat itu.

setelah lelah di perjalanan, bis pun berhenti di sebuah rumah makan sekitar daerah subang. jam sudah hampir memasuki jam 9 malam dan kami baru tiba di subang. beberapa penumpang tidak mendapat kupon makan karena tidak membeli tiket di loket resmi. padahal penumpang di sebelah saya harus membayar sebesar 275 ribu untuk tujuan Surabaya dan dia tidak mendapat kupon makan.

bis pun kembali melaju, saya tidak terlalu memperhatikan jalan, sesekali terlelap. memasuki tol cirebon, bis menghidupkan lampu kabin sehingga terang dan membangunkan penumpang yang sedang terlelap. seorang pria mewakili PO Jaya menawarkan oleh-oleh berupa dodol garut dan wajik. seorang pria lain membantu membagikan contoh wajik dan dodol untuk dicoba penumpang. saya pun mengambilnya meskipun penumpang di sebelah saya diam saja.

mereka menawarkan oleh-oleh berisi 1 paket berisi 5 kotak seharga 50ribu yang seharusnya 60ribu (1 kotak seharga 12ribu). saya tidak terlalu berminat karena rasanya biasa saja saat mencicipi wajik, dodolnya pun tak saya makan. namun pria yang tadi membagikan sample memaksa saya untuk membeli paket tersebut dengan setengah berbisik bahwa saya sudah memakan sampel makanan (loh, tadi katanya gratis untuk mecoba, tidak ada kata-kata harus membeli jika sudah mencoba).

saya tetap dipaksa dengan meletakkan bungkusan tersebut di samping saya. saya tetap dipaksa dan akhirnya saya menyerah dan ingin membeli satu kotak wajik saja seharga 12 ribu. setelah menyerahkan uang sebesar 15ribu, ternyata tidak ada kembali. saya pun diberikan 1 kotak dodol sebagai kembali (jadi harga satu kotaknya cuma 3 ribu?). saya pun menerima tanpa banyak berkata.

beberapa penumpang saya lihat masih terus dipaksa oleh pria tersebut. penumpang di sebelah saya masih tetap bertahan untuk tidak membelinya. ternyata dia sudah sering melihat hal tersebut jadi sudah tidak kaget lagi. akhirnya setelah beberapa lama, prosesi jual beli oleh-oleh tersebut rampung juga. saya pun mengobrol dengan penumpang di sebelah saya sambil mengorek informasi seputar kejadian tersebut.

yah, memang kadang kita harus merasakannya sendiri untuk mengetahui mana pelayanan jasa yang baik dan kurang baik. saya harap penyedia jasa bisa lebih cerdas dalam menawarkan sesuatu tanpa harus ada paksaan. penumpang akan dengan senang hati membeli jika ditawarkan secara baik-baik dan barang yang ditawarkan pun kualitasnya sesuai dengan harganya.

saya tidak kapok naik bis tapi saya menjadi lebih paham bagaimana memilih bis yang sesuai dengan kebutuhan saya. mungkin bagi orang lain, hal tersebut tidak mengganggu, tapi bagi saya cukup menjengkelkan.

semoga bisa menambah daftar pengalaman saya dalam menikmati moda transportasi bis. hmm, besok mudik naik apalagi y. :)

02 April 2015

Panggillah sesuai namanya


gambar : www.pxleyes.com
baru beberapa saat waktu yang lalu, saya mendapat broadcast terkait seorang tokoh yang mungkin bagi si pengirim broadcast telah membuat ia merasa tersakiti sehingga harus memanggil nama sang tokoh dengan panggilan yang terdengar menjelek-jelekkan.

saya jadi teringat perubahan sikap saya terhadap cara saya memanggil orang lain dengan nama yang baik. pada zaman saya masih sekolah SMA, kebiasaan memanggil kawan dengan sebutan / nama gaul itu biasa. ada yang dipanggil belo, jangkung, peyang, jawa dan lainnya,

beberapa nama mungkin masih terdengar normal. tidak terkesan mengejekkan tapi tetap saja, mereka sebenarnya punya nama yang diberikan orang tua mereka yang merupakan perwujudan doa dalam bentuk nama. nama yang orang tua mereka berikan adalah harapan terhadap hidup sang anak. ada yang bernama nuraini yang artinya cahaya mata, syaifuddin yang artinya pedang agama dan lainnya.

maka bagi saya, memanggil mereka dengan nama asli mereka sebenarnya juga ikut serta mendoakan mereka dengan harapan yang dimiliki oleh orang tua mereka. mungkin kita tidak mengetahui arti dari nama tersebut, tapi setidaknya doa itu akan tetap tersampaikan dan akan menjadi jawaban atas doa yang dipanjatkan.

kembali ke broadcast diatas, memang sangat disayangkan jika tokoh yang disebut oleh pengirim broadcast telah membuat suatu kesalahan. tapi dengan menjelek-jelekkan seseorang tidak membuat tokoh tersebut menjadi baik.

rasulullah saw sendiri mencontohkan bagaimana kita menyikap seseorang yang telah berbuat aniaya terhadap diri kita. saat beliau dilempari batu saat berdakwah di thaif, beliau malah mendoakan bagi mereka dikarenakan ketidaktahuan mereka. padahal Allaah sudah memerintahkan kepada malaikat penjaga gunung jika Rasulullaah ingin memberikan hukuman kepada penduduk Thaif.

belajarlah dari Rasulullah saw yang akhlaknya adalah Al-Qur'an

Semarang, 2 april 2015