Pages

Ads 468x60px

27 March 2015

Happy Graduation Sista

acara wisuda ke 16 STIE Dharma Bumiputera @ Hotel Bumi Wiyata Depok

Alhamdulillaah... setelah tahun-tahun penuh perjuangan. meskipun bukan saya yang berjuang langsung tapi saya sangat bersyukur. saat mendapat pesan whatsapp dari adik saya yang sedang menempuh kuliah akhirnya meminta doa agar diberi kelancaran saat sidang skripsinya beberapa pekan lalu.

kini ia sudah menyelesaikan kuliahnya ketika momen wisuda hari kamis lalu 26 maret 2015. padahal jeda antara sidangnya dengan wisuda hanya berjarak satu pekan saja. alhamdulillah ia lulus dengan nilai sangat memuaskan. meski diberi kabar yang sangat mendadak pada rabu pagi, saya mengusahakan untuk bisa menghadiri acara wisudanya. wisuda ini bukan hanya perayaan atas perjuangannya namun juga perjuangan saya dalam usaha agar adik-adik saya bisa merasakan pengalaman menempuh pendidikan yang terbaik.

ternyata jika hidup dijalani dengan ikhlas, segalanya terasa lapang. 4 tahun tak terasa, rasa berat yang kadang muncul saat harus segera mentransfer biaya kuliah adik-adik saya. namanya juga manusia, tempatnya keluh dan kesah. tapi selama keluh kesahnya hanya disimpan dalam hati dan diadukan pada ilahi, cukuplah keluh kesah itu berubah menjadi doa yang dinanti.

selamat wisuda adikku, semoga semua ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan teman-teman seperjuangan saat kuliah menjadi sahabat terbaik dalam hidup. aamiiin

24 March 2015

Hidup untuk menyenangkan orang lain


the happy moment with Djepiters @ Kawah Ratu Bogor
guru saya pernah menyampaikan bahwa dalam hidup, ketika kita berinteraksi dengan orang lain tujuannya adalah untuk menyenangkan mereka. menyenangkan dalam konteks tidak menyakiti dan menjaga perasaan orang lain selama dalam batas kebaikan.

sejujurnya, saya bukan orang terlalu peduli dengan orang lain. jika orang lain tidak meminta atau menyampaikan kepada saya, maka saya merasa mereka tidak membutuhkannya. namun setelah saya belajar dari guru saya, saya mulai merubah sikap saya terhadap orang lain. saya mulai belajar memahami dan peduli dengan orang lain.

contoh sederhananya adalah ketika seseorang menunjukkan sesuatu yang menurut mereka keren atau luar biasa, meskipun bagi saya itu sesuatu yang tidak terlalu keren atau biasa saja. saya berusaha untuk ikut merasakan kesenangannya. melontarkan pertanyaan dan ikut berdiskusi seputar hal tersebut. tapi bukan berarti saya berpura-pura. saya membangun emosi agar bisa juga memahami dari sisi mereka bagaimana hal tersebut terlihat keren.

saya pun masih belajar untuk itu. belajar untuk menyenangkan orang lain.

Jika kamu memang cinta, perjuangkanlah

lokasi gambar : Pantai Pasir Putih Remen Tuban

seorang teman pernah memberi nasihat, meski bukan ditujukan khusus untuk saya. tapi saya yang ikut mendengar ikut memikirkan maksudnya. jika memang cinta, perjuangkanlah.

entahlah, saya bukan tipe orang yang rela berbuat apapun demi seseorang yang hanya karena sekedar cinta. bukan berarti saya mudah menyerah, saya merasa bahwa selama belum menjadi seseorang yang halal bagi saya, kenapa harus repot memperjuangkannya. kalo memang jodoh, dia akan tetap jadi pasangan saya.

kemudian kawan saya mengatakan kurang lebih seperti ini "saya tidak mau hanya menjadi pilihan, saya ingin menjadi tujuan". memang karena kawan saya wanita yang memang menjadi sisi yang selalu dipilih oleh pria. dimana masyarakat indonesia masih awam jika melihat wanita yang lebih agresif. akhirnya lebih banyak diam dan menunggu hingga ada pria yang memilihnya.

dengan menjadikan seorang wanita sebagai tujuan, berarti seorang pria telah memutuskan untuk mencapai tujuan tersebut dengan segala cara (Selama halal dan baik) meski harus menghadapi berbagai rintangan dan ujian. tujuan akan selalu menjadi arah untuk mencapainya. seperti itukah yang diinginkannya?

namun saya berpikir kembali, seberapa besar perjuangan yang harus dilakukan? apakah dengan berdoa seperti "ya allaah, jika dia jodoh saya maka dekatkanlah.... jika dia bukan jodoh saya, maka jodohkan kami". sepertinya itu terlalu "lebay". entahlah, saya jadi bingung dibuatnya.

karena kepalang membahas wanita (padahal cinta itu tidak terbatas dengan lawan jenis) akhirnya saya jadi mengingat kembali perkataan kawan saya yang lain. dia berkata "klo ada yang mau ta'aruf, jangan langsung jawab. biarkan dia berusaha dulu". aneh memang, dia suka tapi tidak mau mengaku. dia berharap untuk diperjuangkan. semakin saya merasa memahami, semakin saya makin tidak paham

dari semua percakapan diatas, saya tidak ambil pusing soal wanita. saya malah melihat kembali kepada cinta yang lebih hakiki. jika memang cinta, perjuangkanlah. memang cara satu-satunya membuktikan rasa cinta kita adalah dengan melakukan suatu pengorbanan. akhirnya saya berpikir, jika saya mencintai Rabb saya, mencintai rasulNya, adakah perjuangan yang telah saya lakukan?

maukah saya meninggalkan kenyamanan tempat tidur untuk bangun disepertiga malam? maukah saya meninggalkan pekerjaan saya untuk datang memenuhi panggilanNya? maukah saya meninggalkan gadget saya untuk tilawah al-Qur'an? jika memang cinta, perjuangkanlah.

jika cinta satu ini, saya akan memperjuangkannya. tak perlu ditanya dua kali, tak perlu alasan seribu kali. bahkan janjiNya pasti. jika kita mencintaiNya sepenuh hati, maka apapun yang diminta oleh hambaNya akan dpenuhinya.

terima kasih kawan atas nasihatnya. saya akan memperjuangkan cinta saya. karena jika memang cinta, perjuangkanlah.

23 March 2015

Berubah itu memang aneh

Semua orang mau BERUBAH, tapi tidak semua orang mau DIUBAH
gambar : growglowgo.wordpress.com

kutipan kata dari pak Rhenald Kasali dari bukunya yang berjudul Let's Change. jika bicara soal berubah (dalam arti sikap. bukan berubah macam baja hitam RX) mungkin sudah puluhan kali saya mencoba. setiap kali berusaha memperbaiki diri (tentunya setiap orang ingin berubah menjadi lebih baik bukan?) selalu saja berakhir dengan kembali menjadi orang yang sama.

ternyata benar sebuah kalimat yang berkata "kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda". karena terlalu seringnya saya gagal menjadi orang yang lebih baik, saya bosan juga akhirnya. selalu saja gagal dan akhirnya mengulangi perbuatan yang sama. saya pun sudah bosan dengan kegagalan itu.

bicara soal perubahan, memang berubah itu aneh. bukan cuma diri kita, orang lain disekitar kita pun akan merasakan keanehan atas perubahan sikap kita. saya sendiri sampai ditanya "kamu sehat?" hanya karena saya mengubah panggilan kepada kawan saya. itu baru satu perubahan tapi orang lain sudah merasa aneh. bagaimana jika sikap saya berubah 180 derajat? wah mungkin bisa dibilang gila saya. hehehe

tapi kembali teringat kalimat lain "alah bisa karena biasa". jika saya konsisten terhadap sikap saya yang baru, mereka akan terbiasa dengan sendirinya dan akan mengubah pandangannnya dengan sikap saya yang baru. jadi saya tidak perlu khawatir terhadap tanggapan kawan saya. selama saya berubah sikap menjadi lebih baik (in syaa allaah).

seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. rasanya tidak nyaman harus membungkus diri dengan lapisan yang menyelimuti diri dalam gelap. tidak makan dan hanya menggantung terbalik di batang pohon. tapi sang ulat bersabar, ia tau bahwa rasa tidak nyamannya hanyalah sebentar karena ia akan menjadi sesuatu yang lebih baik selamanya. lebih baik mengorbankan diri dengan rasa tidak nyaman selama beberapa waktu tapi akan menuai hasil untuk waktu yang lama. itulah arti dari perubahan.

ada kalimat lain yaitu "no pain no gain". tidak ada yang kita dapatkan tanpa rasa sakit. setiap hal yang ingin kita dapatkan harus dilalui dengan rasa sakit. sakit di badan, sakit di perasaan, sakit di hati dan rasa sakit lainnya yang sebenarnya sedang memperbaiki diri kita yang sakit agar menjadi pribadi yang sehat kembali. nikmati rasa sakitmu dan kamu akan dapatkan apa yang tidak orang lain rasakan sakitnya.

meninggalkan zona nyaman itu memang tidak menyenangkan. seperti setiap pagi saat bangkit dari kasur yang nyaman untuk membuka mata dan mulai kegiatan pagi, rasanya memang tidak menyenangkan tapi karena dengan bangun dari tempat tidur kita akan mendapatkan sesuatu yang baru maka kita akan terpaksa bangun dan segera bersiap. jadi sebenarnya setiap hari kita selalu dilatih untuk keluar dari zona nyaman dan ternyata kamu punya kemampuan untuk itu.

selamat berubah. menjadi pribadi yang lebih baik setidaknya untuk diri kita sendiri. :)

22 March 2015

Tempat-tempat wisata di kota Tuban part 2

awalnya kami berencana melanjutkan ke wisata pantai, tapi setelah dari goa akbar (baca kisahnya di Tempat-tempat wisata di kota Tuban part 1) saya penasaran dengan makam sunan Bonang. karena Tuban memang terkenal dengan wisata ziarah makam sunan Bonang. saya pun mengajak mas edo untuk mampir sebentar ke makam sunan Bonang.

Alun Alun Kota Tuban
keluar menuju jalan raya, parkir bis wisata sunan bonang tepat berada diseberangnya. awalnya kami pikir makamnya pun ada disitu. setelah bertanya, ternyata makamnya masih harus naik becak lagi. karena kami menggunakan motor, kami pun segera menuju ke alun-alun kota Tuban. sepanjang jalan dari parkiran bis ke alun-alun dipadati oleh para becak yang dipenuhi peziarah yang ingin berziarah ke makam sunan Bonang.

masjid agung tuban
setibanya di alun-alun, para peziarah sudah bergerak menuju makam sunan Bonang. kami pun parkir di depan masjid agung tuban. di depan halamannya terdapat payung raksasa seperti di masjid nabawi madinah namun lebih kecil. kami pun mengikuti arus peziarah yang masuk melalui jalan di samping masjid agung.
arus peziarah menuju makam
 jalan kecil ini berkelok melewati lorong sempit hingga akhirnya kami sampai di halaman kedua komplek makam sunan Bonang. ternyata kami salah pilih jalan masuk. sebenarnya ada jalan yang lebih lebar. tapi tak apalah, kami pun segera menuju halaman ketiga atau area utama makam sunan Bonang. sebelum masuk, kami diminta melepas sendal. beberapa orang menawarkan kantong plastik untuk menyimpan sendal dengan harga seikhlasnya.
halaman kedua area makam sunan Bonang
kami pun memasuki area utama melewati gapura dengan dinding yang dihias dengan keramik berkaligrafi bahasa arab. memasuki ruang makam, semakin banyak peziarah dan di ruang utama terdapat bangunan beratap yang merupakan makam dari sunan Bonang. kami hanya melihat sebentar dan kemudian segera meninggalkan area makam karena waktu semakin sore.
menuju halaman ketiga/area utama makam sunan bonang
makam sunan Bonang
kami pun bersegera menuju destinasi selanjutnya yaitu wisata pantai. kami segera meninggalkan kota tuban dan melewati jalur pantura menuju arah barat (arah utara lebih tepatnya). di tengah perjalanan tiba-tiba motor yang kami naiki terasa bergoyang yang menunjukkan bahwa ada ban yang bocor. setelah menepi dan mengecek, ternyata ban belakang motor bocor. untungnya seorang ibu mengatakan ada tempat tambal ban tak jauh di depan dari tempat kami berhenti.
mencari tempat tambal ban di jalur pantura
setelah menunggu setengah jam, akhirnya motor siap dijalankan kembali. waktu sudah menunjukkan pukul 5 lewat. semoga masih keburu untuk melihat sunset. kami pun bergegas. setelah melewati gerbang masuk PLTU, semen gresik dan holcim (sepertinya kami terlewat), saya pun bertanya ke mas Edo dan ternyata dia juga belum pernah kesana. hahaha. akhirnya saya mengecek Google Maps dan ternyata memang kami terlewat jauh.

waktu sudah pukul setengah 6 sore, berdasarkan petunjuk google maps, kami pun melaju memburu waktu. matahari di ufuk barat sudah mulai memerah.

pantai yang kami tuju bernama Pantai Meren atau lebih lengkapnya Pantai Pasir Putih Remen (e dibaca seperti pada teko). Remen merupakan nama desa tempat pantai itu berada. tempat wisata ini masih baru. belum ada papan penunjuk di pinggir jalan yang menunjukkan jalan masuk ke pantai Remen. patokannya adalah Makan Syeikh Syubakir.

jika anda dari arah tuban menuju ke lasem, setelah PLTU Tanjung Awar-Awar akan ada jalan masuk besar di sebelah kanan yang merupakan akses masuk ke Pusat Pengolahan Minyak. terdapat papan penunjuk ke makam syeikh syubakir. ikuti saja jalan terus sejauh kurang lebih 3 km hingga memasuki gerbang masuk desa Remen. ikuti jalan hingga bertemu pertigaan dengan papan penunjuk menuju Pantai Pasir Putih Remen.
akses menuju pantai pasir putih meren

aksesnya masih belum dihaluskan, masih berupa jalan tanah melewati kebun namun bisa dilewati mobil. setelah membayar tiket masuk seharga 2.000 rupiah untuk motor (kami tidak diminta biaya per orang) maka kami tiba di pesisir pantai yang terlihat dari jauh hamparan pasir putih yang indah.
Memasuki Pantai Pasir Putih Meren
mungkin karena masih baru, pantai ini masih dikelola warga setempat. kami pun tidak dilarang membawa motor hingga ke pinggir pantai. kami pun segera menyusuri ceruk (cekungan yang berisi air dikarenakan pasang) dan tiba di pinggir pasir putih yang masih sangat perawan. ada beberapa pengunjung tapi masih terlihat bersih.



 sayangnya matahari sudah menghilang di balik awan. saya hanya sempat memotret siluet menara kilang minyak di kejauhan. tapi sangat bersyukur bisa datang ke pantai yang indah seperti ini di Tuban. lain kali harus kembali di saat matahari masih terang. hehehe
sunset di pantai pasir putih meren tuban
tak lama gema adzan maghrib pun berkumandang. kami segera bergegas meninggalkan pantai dan kembali ke kota Tuban.